Gubernur Saba Lembur Lestarikan Kesenian Jabar

20/09/2012 0 Comments

Gubernur Jabar H. Ahmad Heryawan, Lc., tengah melakukan dialog bersama kojo golek, si Cepot. Selama berdialog, Gubernur yang akrab disapa kang Aher, mengungkapkan mengenai perkembangan kinerja dan prestasi Pemprov selama masa kepemimpinannya hingga sekarang. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Pemprov. Jabar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, secara rutin mengangkat seni di daerah-daerah melalui Program Gubernur Saba Lembur. Program ini adalah bentuk media komunikasi Pemprov kepada warga Jabar melalui pentas wayang golek.

Pagelaran wayang golek bertajuk Gubernur Saba Lembur dengan dalang Asep Sunandar Sunarya tersebut merupakan upaya melestarikan kesenian Jawa Barat. Karena, wayang golek sudah sangat dikenal oleh penduduk Jawa Barat dan mampu bertahan lama walau perkembangan teknologi semakin pesat.

Untuk pelaksanaan Program Gubernur Saba Lembur di Kota Banjar berlangsung hari Sabtu (15/9). Sebelumnya, kegiatan itu diisi dengan Kirab Seni Budaya yang dipusatkan di depan Kantor Bank BJB Cabang Banjar Jl. Letjen. Soewarto, dan diikuti tujuh kabupaten/kota se-Priangan Timur, diantaranya Kabupaten Bandung, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Tasikmalaya dan Banjar. Masing-masing daerah menampilkan kesenian andalannya.

Sedangkan sebagai acara puncak, pada malam harinya menampilkan pagelaran wayang golek, bertempat di lapangan depan Stadion Patroman. Ribuan masyarakat Kota Banjar dan sekitarnya tampak memenuhi lokasi tersebut.

Pada hari Minggu sekitar pukul 1 dini hari, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang baru tiba dari Bandung langsung melakukan dialog bersama kojo golek, yakni si Cepot. Selama berdialog dengan si Cepot, Gubernur Jabar yang akrab disapa kang Aher, mengungkapkan mengenai perkembangan kinerja dan prestasi Pemprov selama masa kepemimpinannya hingga sekarang.

Aher mengatakan, Provinsi Jabar telah meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam hal laporan pengelolaan keuangan tahun 2011 dari Pemerintah Pusat. Penghargaa itu diserahkan oleh Wakil Presiden RI beberapa waktu lalu di Jakarta.

“WTP adalah predikat paling tinggi. Peraih WTP se-Jawa Barat itu ada tiga, yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kota Banjar dan Depok. Bahkan, Kota Banjar ini sudah dua kali mendapatkan penghargaan WTP, dan tahun sekarang merupakan yang kedua kalinya,” kata Aher.

Lanjutnya, hal itu bukti bahwa Walikota Banjar jujur dalam mengelola keuangan daerahnya, karena satu-satunya pemerintah kota di Jawa Barat yang mendapatkan dua kali predikat WTP adalah Kota Banjar. Dan ini patut ditiru pula oleh kabupaten/kota lain. Keberhasilan ini pun tentunya jadi kebanggaan bagi Pemprov Jabar, serta masyarakat Banjar sendiri.

Selain itu, kata dia, dalam kurun waktu empat tahun periode pemerintahannya, Pemprov Jabar telah meraih 70 penghargaan dari Pemerintah Pusat. Diantaranya pada bidang pertanian meraih Agro Inovasi tahun 2009.

Kemudian, untuk bidang pendidikan pemprov sudah menambah ruang kelas baru (RKB) sebanyak 6.000 ruang kelas setiap tahunnya. Dan prestasi yang paling baru diraih Pemprov Jabar yakni penghargaan WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pusat.

Dialog yang ringan dan mengalir menjadi mudah dipahami, sehingga masyarakat terlihat begitu antusias. Sosialisasi pun terasa renyah serta menghibur. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!