Kemarau Menerjang, Petani Padaherang Tetap Panen Raya

13/09/2012 2 Comments

Acara Panen Raya di Desa Paledah Kecamatan Padaherang dapat berlangsung meski musim kemarau datang di pertengahan masa tanam. Acara panen raya tersebut dihadiri unsur pemerintahan, KTNA, Agun Center dan Gapoktan. Foto : Madlani/HR.

Padaherang, (harapanrakyat.com),- Bencana alam kekeringan yang melanda hampir di semua wilayah di Kab. Ciamis, ternyata tidak menyurutkan para petani di Kec. Padaherang. Buktinya, para petani di daerah tersebut belum lama ini berhasil menggelar panen raya padi.

Salah satu upaya petani untuk mencapai panen raya musim ini, yaitu dengan berusaha menyediakan pasokan kebutuhan air, menggunakan berbagai upaya, agar kebutuhan air tanaman padi mereka tetap terjaga.

Ali Imron, petani asal Dusun Mekarjaya Desa Paledah, ketika ditemui HR, mengatakan, dirinya saat ini memiliki sawah seluas hampir 1 hektar. Pada musim kali ini, dia menanam padi dengan benih bersertifikat Label Putih Varietas Ciherang.

Benih tersebut Ali dapatkan dari hasil kerjasama antara Sumber Benih Banjar dengan Agun Centre Banjar. Menyiasati musim kemarau, Ali menghabiskan dana/ biaya sekitar Rp. 3 juta, untuk mencapai hasil panen yang memuaskan. Dana itu dia gunakan untuk membeli mesin pompa air, berikut dengan selangnya.

Kadus Sindangrasa Desa Sukanagara, Dede Sulaeman, mengatakan, tanaman padi yang ditanam di area persawahan seluas 800 hektar di Blok Rawa Cipanggang, juga berhasil dipanen. Meski panen kali ini hanya berhasil sekitar 50 persen, atau sekitar 400 hektar.

Menurut Dede, selain masalah kekeringan, kendala atau gagal panen (puso) terjadi akibat hama yang menyerang sebagian besar tanaman padi milik petani. Serangan hama kali ini, terjadi pada batang dan malai padi, hingga membuatnya patah.

Ketua Koptan Banyumetu Desa Kedungwuluh, Supardi, mengatakan, untuk di wilayahnya, panen padi kali ini tergolong cukup bagus. Panen padi pada musim kali ini, kata dia, dilakukan lebih awal.

Alasannya, lanjut Supardi, pengolahan lahan sawah milik petani dilakukan lebih awal dan serempak. Jadi, saat kemarau panjang tiba, petani sudah bisa mendapat hasil dari tanaman terebut. Hanya saja, lahan sawah yang sudah panen itu tidak bisa langsung ditanami kedelai ataupun kacang hijau, disebabkan lahannya kekeringan.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Cakra Nitis Desa Ciganjeng, Wagiman, mengatakan, di wilayahnya panen padi cukup lumayan, meskipun tidak sebagus saat musim hujan. Panen kali ini kata dia, juga lebih awal dibanding di daerah yang lain, sehingga tidak mengalami puso (gagal panen).

Ketua Koptan Sejahtera Dusun Cibadak Desa Paledah, Joko Susilo, mengaku sangat diuntungkan dengan kondisi yang terjadi di wilayahnya. Pasalnya disamping mengelola sawah seluas 400 bata, dia juga mengelola ternak sapi sebanyak 12 ekor, sehingga dia tidak susah mencari jerami untuk pakan sapi miliknya.

Joko mengungkapkan, lahan sawah milik Kelompok Sejahtera mencapai seluas 80 hektar. Karena keterlambatan saat pengolahan lahan, panen pun akhirnya jadi terlambat, bahkan hampir gagal panen sebab kekeringan.

“Kalau saja tidak sigap mengairi sawah dengan mesin pompa air, yang dilakukan selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan siang dan malam, petani disini tidak bisa mengikuti panen raya padi tahun ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sutarmo, Anggota Koptan Sejahtera Desa Paledah, ketika ditemui HR, di sela-sela acara Panen Raya Padi dan Pelantikan Pengurus KTNA Kec. Padaherang, mengatakan, inti dari pembangunan dimulai dari desa.

Lebih jauh dia mengutarakan, penataan masyarakat desa yang memiliki potensi pengembangan Agribisnis, salah satunya bisa dilakukan dengan integrasi Kolam Ikan Air Tawar dengan Pepaya California. Soalnya, daun papaya bisa dimanfaatkan untuk pakan ikan, sementara buahnya bisa dijual dengan harga Rp. 3 ribu perkilogram.

“Dengan begitu, petani bisa memiliki pendapatan harian juga bulanan, untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari merka. Di samping itu, kalangan pemudanya bisa menjadi Pemuda Tani yang handal, dan tidak mengandalkan dari hasil kuli bangunan di Jakarta dan Bandung,” pungkasnya. (warino)

About author

Related articles

2 Comments

Leave a Reply