Kuliner Sambil Nikmati Alam Pedesaan di Saung Sawah “Oemah”

27/09/2012 0 Comments

Oleh : Eva Latifah

Suasana malam di saung sawah “Oemah”. Foto : Eva Latifah/HR.

Bagi pecinta kuliner yang ingin menikmati masakan khas Sunda dengan nuansa alam pedesaan, Rumah Makan (RM) Saung Sawah “Oemah” beralamat di Jl. Panatasan, Kel/Kec. Pataruman, Kota Banjar, siap manjakan pengunjungnya, baik dari segi cita rasa masakan, tempat yang nyaman, hingga masalah harga.

Semua masakan yang disajikan di RM Saung Sawah “Oemah” atau lebih dikenal dengan sebutan Saung Oemah, diracik oleh beberapa koki handal, serta pelayanan yang ramah, sehingga bagi pengunjung baru akan merasa ketagihan untuk datang dan makan lagi di tempat tersebut.

Aneka ragam masakan khas daerah Priangan dapat dipesan di tempat ini, diantaranya ikan bakar/goreng (Patin, Gurame, Mujaer) yang dihidangkan dengan berbagai pilihan, yakni bumbu kecap, kacang dan bumbu karuhun. Semua jenis ikan tersebut langsung diambil dari kolam yang ada di sekitar lokasi Saung Oemah.

Kemudian, ada pula nasi goreng spesial, nasi goreng bumbu karuhun, pencok kacang dan leunca, mendoan, serta masih banyak lagi jenis masakan Sunda lainnya. Sedangkan, untuk minumannya pengunjung dapat memesan berbagai macam jenis minuman dingin seperti juice buah-buahan segar maupun minuman yang disajikan panas.

Pemilik Saung Sawah “Oemah,” Buana Surya Kusumah, saat ditemui HR, Sabtu (15/9), mengatakan, saat ini memang ada pembenahan penambahan sarana dan prasarana. Tapi bangunannya tetap masih seperti semula. Seperti biasa setiap hari buka sejak jam 9 pagi sampai jam 9 malam.

“Sekarang kami menempati lahan milik sendiri, kalau dulu ngontrak. Tempatnya lebih luas, bisa untuk kegiatan rapat. Suasananya pun lebih nyaman karena lokasi Saung Oemah lebih menjorok ke dalam, jadi tidak terlalu dekat dengan jalan. Tempat parkir kendaraan lebih luas dan aman tentunya, karena tersedia dua area parkir, yakni di halaman depan dan di bagian belakang saung. Mushola dan toilet juga ada dan lebih nyaman, cuma sekarang posisinya dipindah ke bagian belakang. Yang jelas kami ingin selalu memanjakan pelanggan,” tuturnya.

Selain itu, bentuk bangunan pun tetap dengan ciri khasnya, yaitu semuanya menggunakan bahan dari bambu. Hal itu membuat pengunjung merasa benar-benar berada di pedesaan, terlebih lokasi Saung Oemah terletak di tengah hamparan pesawahan dengan latar belakang pemandangan hutan jati yang membentang dari Timur ke Barat.

Bagi pengunjung yang suka kongkow diwaktu malam bareng rekan-rekannya, Saung Oemah kini menyediakan tempat khusus untuk minum kopi. Di sini pengunjung dapat menikmati minuman kopi panas sambil menikmati panorama alam pedesaan saat malam hari.

“Rencana kedepan kami akan melengkapi lagi dengan membuat sarana bermain bagi anak-anak,” kata Buana. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!