Menyantap Ikan Bakar di Saung Sawah “Oemah”

27/09/2012 0 Comments

Oleh : Adi Karyanto

Di siang hari bisa menikmari pemandangan yang mempesona. Foto : Eva Latifah/HR.

Sensasi kelezatan makanan tidak berhenti pada racikan bumbu. Hal yang lebih menentukan sebenarnya panorama dimana sebuah sajian disantap. Itulah kunci sukses Rumah Makan Saung Sawah “Oemah” di Dusun Sukamanah, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar. Persis lokasinya pada jalan menuju ke kota kedua di Banjar yaitu Kecamatan Langensari jalur selatan menuju pasar Bojongkantong. Jalan berhotmik bersebelahan dengan jalur kereta api Bandung- Yogyakarta.

Sajian keharuman ikan bakar nila, gurame, ikan mas, atau goreng ada juga bakar dan goreng ayam kampoeng merebak tak hanya dari racikan khas Saung Sawah “Oemah”. Tetapi juga dari hembusan angin semilir dari bentangan pesawahan dan hutan di perbukitan. Angin yang menyusur pesawahan dan hutan, seolah-olah bermuara pada piring-piring pengunjung yang sedang santap siang maupun di malam hari, bumbu yang asin-manis pedas tergantung selera terasa lezat di lidah. Ditambah cuaca sejuk dan panorama yang indah. Seperti suguhan para priyayi tiada tanding…

Resto Saung sawah “Oemah”, merupakan satu-satunya tempat makan yang mempunyai view yang indah di area pesawahan dengan panorama hutan berbukit memiliki bale di bawahnya kolam ikan dan lesehan sambil melihat ikan berseliweran di kolam. Resto Saung Sawah ini baru selesai direnovasi. Posisinya memanjang kedalam berada di area pesawahan dengan bale-bale beratap kiray, lahan parkir luas tersedia di depan dan di belakang.

Pengunjung tidak hanya makan, tapi bisa beristirahat menikmati panorama alam pesawahan dan bukit hutan, anak-anak bisa bermain permainan tradisional anak kampoeng seperti gobak, pecle, ngobyag ikan di kolam untuk anak-anak dengan tanaman buah-buahan yang menyenangkan. Terciptalah suasana pedesaan dengan aneka tanaman. Di anatara sekian banyak pelaku usaha sejenis, Saung Sawah “Oemah” berani memadukan konsep alam pedesaan.

Suasana yang diciptakan alami dengan kontur tanah natural dan seolah-olah terpisah dari keramaian. Pohon hijau dan pohon kelapa, pohon pisang, dan bambu tumbuh di halaman depan dan belakang. Sesuai dengan namanya, pada konsep awal kami akan menghadirkan banyak air dalam kawasan ini.

Buana Kusumah pemilik “Saung Sawah Oemah” salah satu alumus Fikom (Fakultas Ilmu Komunikasi) UNPAD Bandung, punya mimpi untuk membangkitkan bisnis kuliner di Kota Banjar. Untuk menciptakan ikon Banjar mempunyai wahana wisata kuliner terlengkap di perbatasan Jabar-Jateng. Saung Sawah Oemah juga akan membangun Home Stay (rumah tinggal) yang dibangun dengan bahan utama bambu. Agar pengunjung bisa menginap dan pada pagi hari biasa menikmati pemandangan petani sedang pengolah sawah, menanam atau panen padi. Tidak hanya pengunjung melihat tapi bisa langsung berinteraksi dengan petani waktu mengelola sawah maupun panen.

Upaya lainnya Buana Kusumah, akan menghadirkan oleh-oleh kampung dengan kemasan yang menarik, dengan label Saung Sawah Oemah, prodak lokal rumahan akan menjadi ikon oleh-oleh dari Kota Banjar. Semuanya prodak original seperti tenteng noga, keripik singkong, pisang, dodol pepaya California dibalut coklat, dan dedeng ikan mujair. Dengan kemasan yang bagus dan menarik, oleh-oleh Banjar ini akan mengimbangi produk oleh-oleh dari daerah lain. Meskipun produk kampoeng yang original bisa menembus pasar di resto-maupun hotel. Kata Buana Kusumah melangkah perlahan tapi pasti, silahkan anda datang kami akan melayani dengan keramahan, seperti di rumah sendiri. Kami akan terus berinovasi untuk memberikan kepuasan kepada tamu, ucap Buana dalam percakapan dengan HR. Tapi jangan lupa mencoba Juice Pepaya California racikan Sauang Sawah Oemah, sebagai pembuka sebelum menyantap makanan berat yang tersaji. Menu tambahan lainnya, pepes, bakar, dan goreng peda ditambah bakar petai ada juga goreng jambal roti, lalaban dan sambel halilitar pasti haaah. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply