Penculik Bayi di RSUD Kota Banjar Berhasil Diciduk Polisi

20/09/2012 2 Comments

Dede Wati tersangka penculik bayi di RSUD kota Banjar tengah diperiksa atas pengakuannya bahwa Ia telah melahirkan. Pemeriksaan dilakukan tim dokter RSUD. Foto : Eva Latifah/HR.

Berselang dua hari, jejak DW dan YA terendus dari kecurigaan warga

Banjar, (harapanrakyat.com),- Kisah penculikan bayi perempuan, buah hati dari pasangan Adang dan Oom Komariah, warga Dusun Cibentang, RT/21/09, Desa Mekarharja, Kec. Purwaharja, Kota Banjar, yang terjadi di ruang Teratai II RSUD Kota Banjar, Sabtu (15/9), akhirnya berhasil ditemukan oleh Satuan Reskrim Polresta Banjar, Senin (17/9), pukul 18.00 WIB.

Hanya berselang dua hari, pihak kepolisian mampu membekuk pasangan suami istri yang menculik bayi perempuan tersebut, yaitu Dede Wati (26), dan Yosi Arifin (33), warga dusun Karangsari, Rt 09/03, Desa Batulawang, Kec. Pataruman.

Keduanya ditangkap di rumah kerabatnya, di dusun Cisaar, Rt.10/03, Desa Kertahayu, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis. Sementara bayi korban penculikan ditemukan di dalam rumah oleh Kasat. Reskrim AKP. Kosasih, bersama salah satu kerabat pelaku.

Saat dikonfirmasi, Kapolresta Banjar, AKBP. Sambodo Purnomo Yogo, melalui telepon selulernya, Senin (17/9), membenarkan, pihak Reskrim Polresta Banjar telah menangkap kedua tersangka.

“Kini kami tengah melakukan pemeriksaan identifikasi kepada bayi, baik mengenai sidik jari, berat badan dan ciri lainnya. Pemeriksaan kami lakukan di RSUD kota Banjar, termasuk pengakuan tersangka yang mengaku telah melahirkan bayi yang kami temukan itu,” jelasnya.

Tapi, lanjut Sambodo, dari identifikasi awal pihaknya meyakini bahwa bayi yang ditemukan merupakan korban penculikan di RSUD kota Banjar. “Akan lebih tepat bila telah dilakukan identifikasi kepada bayi dan pengakuan tersangka,” ucapnya.

Keesokan harinya, Selasa (18/9) pihak kepolisian akhirnya memastikan bahwa bayi yang ditemukan itu merupakan bayi perempuan dari pasangan Adang dan Oom Komariah, berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan di RSUD kota Banjar.

Berdasarkan keterangan pihak Polresta Banjar, dituturkan kronologi penangkapan kedua pelaku tersebut. Bermula pihak Polresta Banjar mendapat laporan dari Walikota Banjar, bahwa Walikota menerima kabar dari warga yang curiga dengan gerak-gerik seorang perempuan di tempat pangkas rambut di wilayah Banjarsari.

Kecurigaan warga karena melihat pelaku membawa bayi yang sedang menangis, namun si pelaku membiarkan tanpa menyusuinya. Kemudian, pakaian pelaku yang masih menggunakan seragam perawat itu diganti dengan pakaian biasa di tempat tukang pangkas rambut. Tidak lama berselang datang suaminya menjemput dengan menggunakan mobil AVP menuju ke arah Kertahayu.

Berdasarkan kecurigaan itu maka Satreskrim Polres Banjar membentuk tim khusus beranggotakan 12 orang, dan langsung melakukan penyelidikan. Pada pukul 15.00 WIB, tim khusus tiba di lokasi tempat persembunyian kedua tersangka di Dusun Cisaar, RT.10/03, Desa Kertahayu, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis.

Setelah memastikan keberadaannya, pada pukul 18.00 WIB polisi langsung menggerebek kedu tersangka. Saat digerebek Yosi sempat meronta dan berteriak minta tolong. Selanjutnya, pukul 19.00 WIB polisi langsung menggelandang keduanya ke Mapolresta Banjar.

Sementara sang bayi yang ditemukan dalam kondisi sakit berhasil diselamatkan dan langsung mendapat perawatan medis pihak RSUD Banjar. Berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit, berat badan bayi tersebut mengalami penurunan, sebelumnya bobot bayi seberat 2,2 kg, saat ditemukan turun menjadi 2,1 kg.

Dede Wati, sang pelaku yang nekat menculik bayi dengan berpura-pura sebagai perawat nampak terbaring lesu di ruangan Kasat. Reskrim Polresta Banjar. Sedangkan Yosi, suami pelaku, kepada polisi mengaku tidak mengetahui kalau bayi tersebut hasil penculikan istrinya.

Dari keterangan AKP. Kosasih, bahwa Yosi mengaku ditipu oleh istrinya karena selama ini istrinya mengaku hamil, dan bayi tersebut dilahirkan dari rahimnya. Kini akibat perbuatan nekadnya, dapat dipastikan petualangan Dede Wati akan berakhir dibalik jeruji besi.

“Kami masih melakukan interogasi kepada suami pelaku karena masih banyak kejanggalan pada keterangannya,” kata AKP. Kosasih, Selasa (18/9).

Di tempat terpisah, dr. Asep Sukana, M.Sp.OG., dan dr. Denis, Sp.OG., sebagai dokter yang melakukan pemeriksaan kepada Dede Wati, pelaku penculikan yang mengaku baru melahirkan, menegaskan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya tidak ditemukan adanya tanda-tanda sudah melahirkan.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan terhadap tersangka, sama sekali tidak ada tanda-tanda habis bersalin apalagi hamil. Bagai yang sudah melahirkan, hasil USG akan terlihat adanya pelebaran sekitar 12 sampai 13 centimeter, kalau ini hanya 6 sampai 7 centimeter,” terang Asep.  (Eva)

About author

Related articles

2 Comments

  1. Joko Bodo September 28, at 11:09

    anjrit, nu bener atuh maenya foto nu kitu ditampilkeun...parah!!! sakalian we bugil!!!

    Reply
  2. edy November 09, at 07:28

    duhai para penguasa negri indonesia, kiranya berikan hukuman mati atau seumur hidup bagi para penculik bayi dan anak2. betapa jahat jiwa penculik itu mereka lebih jahat dari para koruptor. mereka renggut kebahagiaan dan masa depan putra2 bangsa tercinta. mampukah anda mengabulkan harapan kami hai para penguasa? mampukah kalian lindungi kuncup2 bangsa indonesia dari incaran makhluk primitive itu? mampukah? atau masyarakat harus bertindak sendiri yaitu bunuh penculik ditempat!

    Reply

Leave a Reply