Penderita HIV/ AIDS Meningkat, Dinkes Gencar Sosialisasi

06/09/2012 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis sigap melakukan kegiatan sero survey dan pemeriksaan terhadap penderita penyakit HIV/ AIDS di sejumlah titik rawan. Hal itu sengaja dilakukan, terkait kenaikan angka penderita di tahun 2012.

Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dr. Yoyo, Senin (3/9), mengatakan, tidak hanya Dinkes saja, melainkan semua pihak harus turut serta memperhatikan penyebaran penyakit HIV/ AIDS di Kab. Ciamis.

“Perlu adanya dukungan penuh dari Pemkab. Ciamis dan juga semua pihak, untuk peduli terhadap penyebaran penyakit yang mematikan tersebut. Agar, dalam pelaksanaan sosialisasi maupun pemeriksaan tidak terkendala apa pun,” ungkapnya.

Yoyo meminta agar pemkab. Ciamis segera membentuk aktifis HIV/ AIDS untuk membantu pihak Dinkes dalam kegiatan sosialisasi dan penanganan bahaya penyakit HIV/ AIDS.

“Dinkes belum memiliki tim pengurus/ pelaksana kegiatan sosialisasi. Alasan lainnya, meski ada organisasi yang bergerak di bidang ini, hingga sekarang tidak berjalan baik,” katanya.

Kasie Penanganan Penyebaran Penyakit dan Penanggulangan Bencana (P4B), Osep Hernandi, mengatakan, dari hasil survey penderita HIV/ AIDS tahun ini mengalami peningkatan.

“Tahun 2012, jumlah penderita meningkat. Untuk HIV 10 orang dan AIDS 8 orang. Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan, dan ada diantara penderitanya yang meninggal,” ungkapnya.

Menindaklanjuti hal itu, kata Osep, Dinkes Ciamis bekerjasama dengan Puskesmas lebih giat dalam mensosialisasikan bahaya dan penanganan HIV/ AIDS kepada masyarakat, meski jumlah anggaran untuk itu sangat terbatas.

Osep juga menyebutkan, data kumulatif yang tercatat di Dinkes Kab. Ciamis dari tahun 2010 hingga tahun 2012, diketahui jumlah penderita HIV mencapai 88 orang, dan AIDS sebanyak 30 orang.

“Kami terus pro aktif melakukan pendataan dan pemantauan bagi yang sudah terkena HIV/ AIDS, terutama kepada PSK agar tidak menyebar kepada yang lain,” katanya.

Bahkan kata Osep, banyak penderita AIDS sudah meninggal. Untuk itu pihaknya melaksanakan VCT dan memberikan fasilitas pengobatan bagi yang dinyatakan positif HIV. Pihaknya juga melakukan pemeriksaan resiko tinggi tertular penyakit HIV/ AIDS usia antar 14 hingga 25 tahun, karena usia tersebut rentan tertular. (es)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!