Pertanian Waringinsari Butuh Pemasaran & Bibit Unggul

20/09/2012 0 Comments

Waringinsari, (harapanrakyat.com),- Kawasan pertanian di Desa Waringinsari sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Faktanya, dan itu bisa dibuktikan, bahwa sirkulasi/ perputaran uang dari hasil pertanian di wilayah tersebut ternyata sangat besar.

Sayangnya, potensi pertanian yang ada di wilayah Waringinsari itu belum dibarengi dengan perhatian serius dari sejumlah leading sektor yang ada di Pemerintah Kota Banjar. Salah satunya soal pemasaran hasil produk pertanian, dan penyediaan bibit tanaman yang berkualitas.

Hal itu disampaikan Kades Waringinsari, Liwon Saryo, ketika ditemui HR secara khusus di kediamannya, Senin (17/9). Menurut dia, selama ini petani palawija di wilayahnya masih mengandalkan para tengkulak, untuk menjual hasil pertanian mereka.

Padahal, kata Liwon, seandainya produk hasil pertanian di wilayah itu dikelola dengan baik, tentu akan berpengaruh terhadap kesejahteraan petani. Salah satu caranya, dengan memfasilitasi petani untuk menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan swasta.

Lebih lanjut Liwon menjelaskan, perputaran uang hasil penjualan produk pertanian di wilayah Waringinsari, sebenarnya mencapi lebih dari angka satu milyar. Dia menyebutkan, angka satu milyar didapat dari penghitungan pasca panen yang didapat dari petani jeruk saja.

“Pendapatan uang yang diperoleh Petani jeruk pada saat penen kemarin itu, kurang lebih mencapai Rp. 1 milyar, dari luas lahan tanaman jeruk yang mencapai 10 hektar. Belum lagi dengan tanaman yang lain, seperti pepaya, bengkuang, dan kacang-kacangan,” ungkapnya.

Kepada HR, Liwon mengaku bangga dengan kegigihan dan usaha yang dilakukan para petani setempat. Alasannya karena para petani bisa memanfaatkan lahan mereka, untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.

Dalam kesempatan itu juga, Liwon menuturkan, luas lahan pertanian di wilayahnya mencapai 60 hektar. Area pertanian itu tepatnya berada pada satu hamparan, yang disebut blok Trisna (lahan milik masyarakat yang berada di pinggir Sungai Citanduy/kali mati-Red).

“Benar sekali, potensi uang di lahan Trisna sangat besar, salah satunya seperti penghasilan yang didapat para petani jeruk. Diantaranya ada yang mencapai Rp. 30 sampai 70 juta, tergantung luas lahan,” katanya.

Liwon juga berharap, Pemerintah Kota Banjar, bisa memberikan perhatian serius terhadap potensi pertanian tersebut, khususnya untuk pemasaran produk hasil pertanian dan penyediaan bibit unggul untuk tanaman yang selama ini ada di wilayah Desa Waringinsari. (deni)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!