Puntung Rokok Bakar Hutan 50 Hektar

13/09/2012 0 Comments

Warga Kecewa Saat Kebakaran Tidak Ada Bantuan Damkar

Kebarakan hutan terjadi di Desa Cicapar dan Desa Ciulu Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Sabtu pekan lalu. Kobaran api yang diduga dari puntung rokok itu, merembet menjadi kobaran api dan menghanguskan hutan milik warga serta hutan milik Perhutani di blok Munggangsempu Desa Ciulu dan hutan di wilayah Dusun Gaok Desa Cicapar. Foto : Entang SR/HR.

Banjarsari, (harapanrakyat.com),- Warga di dua desa, yakni Desa Cicapar dan Desa Ciulu Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mendadak dikagetkan oleh kobaran api yang membakar areal hutan milik warga serta hutan milik Perhutani di blok Munggangsempu Desa Ciulu dan hutan di wilayah Dusun Gaok Desa Cicapar, Sabtu pekan lalu. Api yang merambat menyala tersebut cepat membakar daun pohon jati yang kering serta pohon- pohon besar lainnya.

Kebakaran hutan itu diduga dari sebatang puntung rokok yang dibuang oleh warga yang lewat. Namun akibatnya hutan seluas 50 hektar di dua desa itu terbakar. Ketika kobaran api semakin menjalar,  warga pun panik, dan sebagian warga naik ke atas gunung untuk memadamkan api serta menyingkirkan dedaunan yang kering.

Adang, Warga Dusun Cicapar Kecamatan Banjarsari, kepada HR, mengatakan, kebakaran ini diketahui oleh warga sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu (8/9). Namun, karena saat itu tiupan angin begitu kencang, akibatnya jalaran api semakin luas, sehingga  api sulit dipadamkan dengan cepat.

Hal senada juga dikatakana Kepala Desa Ciulu Banjarsari, H. Ramli. Dia mengatakan, kebakaran diduga dari puntung rokok yang membakar daun kering, kemudian merembet ke pepohonan lainnya. “ Jarak dari titik api ke pemukiman warga sekitar 200 meteran. Untuk itu kami di sini tepatnya di Dusun Pangsor bersama- sama warga terus mengamati pergerakan api yang terus menyala,” ujarnya.

Semantara itu sejumlah warga mengaku kecewa menyusul tidak adanya bantuan penanganan kebakaran hutan dari pemerintah setempat. Menurut warga, saat kebakaran terjadi, tidak ada satu pun pejabat Kecamatan Banjarsari yang datang ke lokasi kebakaran. Begitu juga pejabat dari RPH Perhutani Banjarsari.

“ Semua pejabat yang saya hubungi via telpon, tidak ada satupun yang berhasil dihubungi. Hanya ada dari pihak Polsek Banjarsari saja yang turut membantu warga memadamkan api, “ ujar salah seorang warga yang namanya enggan dikorankan.

Akibatnya, kata dia, kobaran api berhasil dipadamkan berkat gotong royong warga dengan memakai alat seadanya, tanpa bantuan dari mobil kebakaran milik Pemkab Ciamis. “ Terus terang saja, tiap ada kebakaran di wilayah Banjarsari, jarang sekali dibantu oleh mobil pemadam kebakaran. Setiap kejadian kabakaran pasti dipadamkan oleh gotong royong warga, “ ujarnya sedikit kesal.

Dihubungi terpisah, Kaur Humas KPH Perhutani Ciamis, Andry, membenarkan bahwa kebakaran yang melanda hutan milik warga dan Perhutani di Kecamatan Banjarsari diakibatkan dari puntung rokok.

“ Kebakaran hutan terjadi di petak 94G wilayah RPH Cicapar Banjarsari atau BKPH Banjar Selatan. Peristiwa kebakaran tersebut hanya membakar serasah kering, tetapi tidak sampai mematikan pohon. Luas areal hutan Perhutani yang terbakar seluas 10 hektar,” ujarnya, kepada HR, yang dihubungi via SMS (pesan pendek), Selasa (11/9).

Menurut Andry, kobaran api baru diketahui sekitar pukul 19.00 WIB dan bisa dipadamkan pada jam 21.30 WIB. “ Kuat dugaan api berasal dari puntung rokok yang dibuang warga, karena pada hari itu di sekitar wilayah hutan tersebut ada acara hajatan warga setempat, “ pungkasnya. (ntang sr )

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!