Tahun 2013, Disdikpora Perketat Seleksi Calon Kepsek

Diprediksi terjadi kekosongan di sekolah dasar

Banjar, (harapanrakyat.com).- Mulai tahun 2013 mendatang, semua calon kepala sekolah harus mempunyai sertifikat pelatihan sebagai SIM kelayakan untuk menyandang jabatan tersebut. Dengan demikian, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Banjar, akan mengetatkan penyeleksian calon kepala sekolah melalui pelatihan selama tiga bulan di Solo.

Hal itu dikatakan Kasubag. Kepegawaian Disdikpora Kota Banjar, Nedi, S.IP, M.SI., pada HR, Senin (1/9). Apabila nanti dalam pelatihan tersebut lulus, maka secara otomatis akan mendapatkan sertifikat.

“Memang program ini seharusnya sudah dilakukan pada tahun sebelumnya, karena kuota di Kota Banjar selalu sedikit. Tapi program penyeleksian tahun kemarin belum bisa diterapkan, dan baru mulai diterapkan nanti tahun 2013,” kata Nedi.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam pelaksanaan program pelatihan itu pihaknya bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat.

Sedangkan mengenai pembiayaan, jika jumlah calon kepala sekolah sesuai kuota, yakni 20 orang, maka akan ditanggung oleh pusat. Tapi kalau melebihi kuota, misalnya menjadi 22 orang, maka yang 2 orang harus membayar sendiri dengan membuat perjanjian kesanggupan terlebih dahulu.

“Dalam setiap satu kali program pelatihan, Kota Banjar mendapat kuota 20 orang dari berbagai jenjang tingkat SD, SMP, SMA dan SMK. Kalau melebihi batas kuota harus membayar sendiri. Jika sanggup, ya ambil, kalau tidak sanggup berarti harus menunggu periode berikutnya,” jelas Nedi.

Pihaknya memprediksi, tahun 2013 mendatang Kota Banjar akan kekurangan jabatan kepala sekolah untuk tingkat SD. Diperkirakan jumlah mencapai angka belasan. Sedangkan tingkat SMP hanya kekurangan 2 kepala sekolah, namun hal itu sudah tercover.

Menurutnya, kekurangan tersebut bisa disebabkan karena masa pensiun atau ada hal lain, misalnya meninggal dunia. Seperti halnya di SDN I Mulyasari, yang mana Leni Meilani, S.Pd, M.Pd., sebagai Kepala SDN I Mulyasari meninggal akibat kecelakaan satu bulan lalu di daerah Bandung.

Dikatakan Nedi, saat ini sekolah tersebut sudah mempunyai kepala sekolah, namun statusnya masih PLT dengan SK per 1 September 2012. Sedangkan, untuk jabatan kepala sekolah yang definitif belum dapat dipastikan.

“Mengenai calon definitif itu akan dipilih dan ditetapkan secepat mungkin. Saat ini kami bekerjasama dengan Kepala UPT dan Pengawas dari empat kecamatan sedang menyeleksi. Dari hasil seleksi nanti kemudian dipilih beberapa yang dinilai terbaik untuk dijadikan bahan pertimbangan kepada Walikota Banjar yang akan memilihnya melalui tahapan tes secara langsung,” jelas Nedi. (HND)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below