Taman Bantaran Citanduy Jadi Taman Kemesraan

27/09/2012 0 Comments

(Akibat Lampu Penerangan Belum Berfungsi)

Jika malam hari, taman bantaran Sungai Citanduy di belakang RSUD Banjar ini akan terlihat gelap karena lampu taman belum berfungsi. Akibat kurang pengawasan, selain jadi tempat berpacaran anak-anak remaja, sarana yang ada terlihat kotor dipenuhi coretan tangan jahil. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Lampu penerangan yang ada di taman bantaran Sungai Citanduy, tepatnya di belakang RSUD Banjar, sudah sejak lama dibiarkan mati. Kondisi taman yang gelap sering kali dijadikan tempat untuk berpacaran oleh anak-anak remaja, sehingga mereka menyebutnya sebagai taman kemesraan.

Warga yang tinggal di sekitar taman berharap agar dinas terkait segera menerangi kembali lokasi tersebut. Selain untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang bersifat negatif, juga supaya taman terlihat indah diwaktu malam.

Seperti dikatakan Ade, salah seorang warga, Sabtu (22/9). Menurut dia, jika pemerintah, dalam hal ini dinas terkait, belum bisa menyalakan lagi lampu taman, sebaiknya ada petugas yang mengontrol ke lokasi saat malam hari.

“Misalnya petugas Sat Pol PP atau pihak kepolisian. Seperti halnya di taman Doboku, kalau malam Minggu mereka suka ngecek ke Doboku, karena di situ sering dipakai tempat pacaran. Begitu juga di taman bantaran ini. Masa taman yang ada di pusat kota dibiarkan gelap dan luput dari razia petugas,” katanya.

Bahkan, lanjut Ade, sekitar dua minggu lalu warga memergoki dua pasang muda-mudi berada di dalam kamar mandi/WC umum yang ada di sekitar permukiman warga, tepatnya di bagian ujung taman bantaran.

Ironisnya, usia mereka masih cukup belia, yakni perempuan kelas 6 sekolah dasar (SD), dan laki-lakinya masih duduk di bangku SMP. Kejadian tersebut membuat warga merasa prihatin.

“Ketika kami tahu usia sepasang sejoli di WC umum itu ternyata masih di bawah umur, tentu saja semakin terkejut dan prihatin, anak sesusia itu sudah berani pacaran di tempat yang gelap. Saya menilai bahwa keberadaan taman bantaran yang gelap itu jangan dianggap sepele. Karena bisa saja dimanfaatkan oleh muda-mudi untuk berbuat mesum,” ujar Ade.

Pendapat serupa juga diungkapkan salah seorang pemilik warung di sekitar taman yang namanya enggan dikorankan. Dia mengatakan, hampir setiap malam halaman warung miliknya dijadikan tempat penyimpanan motor oleh anak-anak muda yang hendak nongkrong di taman.

“Parkir motor di sini aman, makanya setiap orang yang mau nongkrong di taman pasti simpan motor dihalaman warung. Sebetulnya, saya maupun warga pernah memperingatkan mereka supaya jangan pacaran di taman, tapi tidak digubris,” kata pemilik warung tersebut.

Sebelum dijadikan taman, lanjut dia, warga sekitar tidak ada yang berani pergi ke bantaran Sungai Citanduy di belakang RSUD saat malam hari, lantaran tempat itu dianggap cukup angker.

“Anehnya anak-anak muda tidak merasa takut sedikit pun. Mungkin mereka terlalu asik pacaran, jadi tidak ingat pada hal-hal ghaib. Saya berharap, kalau bisa secepatnya taman diterangi lagi. Sebelumnya taman diterangi lampu tembak yang dipasang di atas jembatan, tapi sudah lama juga mati. Kalau lampu yang ada di taman belum pernah menyala,” katanya.

Di lain pihak, Kabid. Pertamanan Dinas Kebersihan, Pertamanan, Pemakaman dan Lingkungan Hidup (DKPPLH) Kota Banjar, Hj. Nurjanah, saat dihubungi HR melalui telepon selularnya, Selasa (25/9), mengatakan, penerangan di lokasi taman tersebut, untuk jaringan listriknya akan dilakukan pada pembangunan tahap kedua.

²Mengenai listrik di taman belakang RSUD Banjar, pembangunan tahap ke dua kami telah berkoordinasi dengan PLN untuk menambah daya, karena pada tahap ke satu dayanya tidak cukup, jadi harus ditambah. Mudah-mudahan semuanya bisa cepat terselesaikan, sehingga taman menjadi terang, ² kata Nurjanah. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!