Warga Minta Jalan Utama Rejasari-Langensari Diperlebar

06/09/2012 0 Comments

Langensari, (harapanrakyat.com),- Akibat seringnya terjadi tabrakan di jalur utama yang menghubungkan antara wilayah Desa Rejasari dan Desa Langensari, Kec. Langensari, Kota Banjar, masyarakat setempat berharap pihak pemerintah kota melakukan pelebaran pada akses jalan tersebut.

Pasalnya, kecelakaan lalu-lintas kemungkinan besar akibat sempitnya jalan serta meningkatnya volume kendaraan yang melintas. Seperti diungkapkan Dede, salah seorang warga Rejasari, pekan lalu pada HR.

“Seiring dengan kemajuan wilayah Langensari, otomatis aktifitas kendaraan di jalur ini bertambah dari hari ke hari, terlebih jalan ini merupakan salah satu jalur utama baik dari arah Banjar maupun Rejasari menuju ke wilayah kota kecamatan. Dengan demikian perlu kiranya dilakukan pelebaran jalan,” tutur Dede.

Hal serupa dikatakan Waluyo, warga lainnya. Menurut dia, untuk pelebaran jalan tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah desa lantaran status jalan tersebut milik Pemkot Banjar.

Jika kondisi jalan diperlebar maka tingkat kecelakaan pun dapat diminimalisir, sehingga pengemudi kendaraan merasa aman dan nyaman saat melintasinya.

“Kami berharap pemerintah menganggarkan untuk pelebaran jalan utama yang ada di wilayah Rejasari. Ini demi kelancaran, keamanan serta kenyamanan para pengguna jalan, karena yang sering melewati jalur ini bukan hanya warga setempat saja melainkan banyak pula kendaraan dari luar,” harap Waluyo.

Budaya Masyarakat Harus Siap

Di tempat terpisah, Kasie. Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Banjar, Harun Al Rasyid, mengatakan, untuk kegiatan pembangunan pelebaran jalan perlu terlebih dahulu melakukan pengecekan dan pengkajian, agar dapat diketahui layak atau tidaknya jalan tersebut diperlebar.

Harun juga membenarkan, bahwa memang status jalan utama yang menghubungkan wilayah Desa Rejasari dengan Langensari itu merupakan jalan kota. Sehingga, mungkin saja pelebaran jalan dilakukan pada akses tersebut.

“Namun, budaya masyarakat juga harus siap dulu. Karena, mungkin saja seringnya terjadi kecelakaan itu akibat budaya masyarakat yang belum siap. Sebab, yang tadinya kondisi jalan di wilayah itu jelek sehingga masyarakat sangat berhati-hati saat melintasinya,” kata Harun, Senin (3/9).

Tetapi, lanjutnya, sekarang setelah kondisi jalan sudah bagus, mereka bisa seenaknya memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Maka faktor dari seringnya terjadi tabrakan bisa saja terjadi akibat belum siapnya budaya masyarakat, bukan karena kondisi jalan yang sempit.

Meski begitu, Harun mengatakan, bahwa apa yang diharapkan oleh masyarakat Desa Rejasari mengenai pelebaran jalan tersebut akan menjadi masukan bagi pemerintah kota. Dan bila memang perlu dilakukan pelebaran, maka selanjutnya akan diprogramkan pada tahun anggaran (TA) mendatang.

“Kalau sekarang kita memprioritaskan dulu yang dianggap lebih penting, sebab masih banyak kondisi jalan di wilayah lain yang butuh perbaikan,” pungkas Harun.  (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply