Wing Pondasi Jembatan tidak Terpasang Disoal

20/09/2012 0 Comments

nampak besi penyangga pondasi Jembatan Timbang Winda ada yang dihilangkan. Alasannya, karena terdapat ada batu besar yang tidak bisa dihancurkan. Foto : Eli Suherli/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Program pembangunan infrastruktur fisik di Kab. Ciamis terus mendapat perhatian dari sejumlah kalangan. Perhatian itu tentunya diharapkan bisa memicu hasil pekerjaan pembangunan proyek yang berkualitas.

Kali ini, perhatian sejumlah kalangan tertuju pada pekerjaan proyek pembangunan Jembatan Timbang Windu di Desa Pamalayan Kec. Cijeungjing, sepanjang 35 meter, lebar 4,5 meter, yang memakan biaya sekitar Rp. 2,65 milyar, yang dilaksanakan oleh CV. Fortuna.

Ketua LSM Serikat Aspirasi Rakyat (SAR), Eka Muntaha, Minggu (16/9), menduga, pembangunan pondasi Jembatan Timbang Windu tidak sesuai dengan ketentuan. Alasannya, dia mendapati besi pada wing (sayap) sisi pondasi jembatan penahan gerusan air sungai, sekitar 1,20 meter sengaja dihilangkan.

Eka khawatir, dengan mengurangi atau menghilangkan wing sisi pondasi jembatan, justru akan mengurangi daya tahan jembatan tersebut. Soalnya, kata dia, aliran air Sungai Cileueur  sangat deras jika sedang pasang.

Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPRD Kab. Ciamis, Wagino, menegaskan, pihaknya tidak mentolerir tindakan pelaksana pembangunan proyek jembatan, menghilangkan atau mengurangi besi pada pondasi jembatan.

“Jika alasannya karena ada bebatuan yang mengganjal, semestinya pelaksana bisa mengangkat dan membuang batu itu. Jangan malah mengurangi besi pada pondasinya,” ungkapnya.

Wagino mengaku khawatir, seandainya pondasi Jembatan Timbang Windu tidak kokoh, justru akan berakibat fatal di kemudian hari. Bisa-bisa, kata dia, setelah beberapa lama, karena pondasi rapuh, jembatan itu ambruk.

Di tempat terpisah, Pelaksana Pekerjaan Proyek Pembangunan Jembatan Timbang Windu, Rudi, Selasa (18/9), membantah pihaknya secara sengaja mengurangi atau menghilangkan besi wing pondasi.

Rudi beralasan, pada saat pelaksanaan, pihaknya menemukan bongkahan batu yang sulit diangkat dan dihancurkan. Dia juga mengaku sudah mencoba menggunakan Jack Hammer, tap batiu itu tetap saja tidak bisa dihancurkan atau digeser.

Mengatasi hal itu, pihaknya mencoba berbicara dengan konsultan perihal itu, kemudian disepakati bahwa batu tersebut bisa dijadikan penyangga pondasi jembatan. Dan keputusan itu, kata dia, tidak akan berpengaruh terhadap konstruksi jembatan di masa yang akan datang.

“Justru bagus, batu itu akan menyatu dengan cor-coran. Jika dihitung uang, besi untuk wing jembatan yang dikurangi atau tidak terpasang karena masalah batu, hanya sekitar Rp 288 ribu. Angka itu dialihkan sesuai dengan CCO,” pungkasnya. (es)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!