Haa… haa…haa

11/10/2012 0 Comments

Tanya : Kang naek naon ka Ciamis ?

Jawab : Kana mobil, ari kitu ku naon?

Tanya : Sanes, di Banjar mah nuju mode naik motor

Teman-teman saya yang hadir disuatu perhelatan itu semua tertawa, seperti mentertawakan saya. Saya heran kok kalian mentertawakan saya, pakai tanya naik mobil atawa motor. Kawan di sebelah saya membisik, oh gitu toh Wakil Wali Kota Banjar yang naik motor jadi kendaraan dinasnya. EGP aja gua mah, memang gue pikirin.

Terus kalian kenapa ? Mereka malah ketawa lagi, dan mereka serempak geleng-geleng kepala sialan lu.. merhatiin juga kalian yaa. Kalau kalian mau tahu pendapat aku, itu hanya pencintraan saja, meskipun dia bilang bukan pencitraan. Jawaban gue kalian mau tahu, itu urusan dia aku EGP aja.

Mungkin dia lupa akan ketentuan pejabat negara seperti Wali Kota dan Wakil Wali Kota satu paket, diatur secara protokoler. Bila Wali Kota Banjar berang, tidak salah karena Pemerintah Kota Banjar memberikan fasilitas yang wajar untuk berdinas sebagai pimpinan daerah. Untuk Wakil Wali Kota diberikan tiga mobil dinas, Camry, Ford, dan Inova dengan anggaran pemeliharaan Rp.50 juta/bulan tentu saja masyarakat kaget jumlah uang segitukan tidak sedikit.

Ujug-ujug muncul berita Wakil Wali Kota Banjar, dinas menggunakan motor butut kempes lagi. Apakah uang untuk pemeliharaan tiga mobil dinas itu ke mana ? Bila tidak dipakai harus dikembalikan kepada Pemkot, terus mobil dinas itu di mana ? Alasannya penghematan BBM, dengan menggunakan motor. Inikan sesuatu yang engga logis, kalau uang pemeliharaannya masuk kantong. Berarti tak ada penghematan di Pemkot Banjar, haa..haa..haa. Pikir aja sendiri cooy.

Semua orang bebas mau jadi apa juga, dengan pencitraan diri juga tidak salah. Tapi jangan salah masyarakat juga akan memilih pemimpin inginnya yang baik seratus persen, soal ada dan tidak lain lagi urusannya. Sekarang yang dinilai rakyat itu figur calon seorang pemimpin bagaimana perilaku kesehariannya, terus bagaimana moralitas bagus apa tidak. Terus apa programnya harus jelas dan apa karya yang dihasilkannya untuk kepentingan rakyat. Kalau omong doang mah ka laut. Soalnya apa, rakyat sudah cerdas tidak mau ketipu lagi sama calon-calon pemimpin, banyak sudah jadi pejabat lupa sama rakyat. Rakyat pun menghadapi pemilihan calon pemimpin akan pragmatis alias wani piro. Pada saatnya nyoblos kumaha urang bae.***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply