Kader NU Harus Terdepan Kawal Ekonomi Ummat

18/10/2012 0 Comments

(H. Arief Ismail Chowas, S. Ag)

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kader Nahdatul Ulama (NU) dituntut untuk memberikan sumbangsih nyata dalam pemberdayaan ekonomi umat. Sebab menurut sejarahnya, ulama jaman dulu tidak hanya berperan mengusir penjajah dari Indonesia semata, melainkan turut membidani lembaga-lembaga perekonomian umat.

Sekretaris Dewan Syuro PKB Jabar, H. Arief Ismail Chowas, S.Ag, beberapa waktu yang lalu mengatakan, pada jaman pra-kemerdekaan, ulama pernah membidani Nahdatul Tujjar (Kebangkitan Pedagang).

Menurut dia, Nahdatul Tujjar merupakan sebuah lembaga ekonomi yang didirikan oleh K.H. Abdul Wahab (ulama sekalgus pedagang), sekitar tahun 1918. Nahdatul Tujjar sebagai Lembaga pemberdayaan ekonomi umat Islam, waktu itu diketuai oleh K.H. Hasyim Asy’ari yang kemudian mendirikan NU pada tahun 1926.

Arief menuturkan, KH. Hasyim Asy’ari mendirikan NU (Kebangkitan Ulama) pada 31 Januari tahun 1926. Hingga kini, NU diklaim sebagai organisasi massa islam terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota mencapai 45 jutaan lebih pengikut.

“Lantas bagaimana kiprah Kader NU di bidang ekonomi dalam lingkup Kabupaten Ciamis?” tanya Arief.

Arief yang saat ini menjabat sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi NU (STIE NU) Ciamis, menambahkan, STIE NU yang dia dirikan adalah sebagai slah satu bukti konkrit kepedulian dirinya untuk perbaikan ekonomi umat islam, dan khususnya kalangan Nahdiyin Kab. Ciamis.

STIE NU sendiri, kata Arief, berlokasi di Bangunsirna Desa Sukamaju, Kec. Baregbeg. Program study yang saat ini mulai dibuka yakni Manajemen dan Ekonomi Syariah.

“Tujuan didirikannya STIE NU ini untuk mencetak SDM professional di bidang ekonomi, manajemen, dan perbankan. Nantinya, diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Baginya, wadah atau lembaga pendidikan yang berorientasi pada pengembangan SDM bidang ekonomi ini, bisa memecahkan tantangan zaman khususnya dalam perekonomian ummat .

“Prinsip kemandirian dan kesejahteraan ummat harus menjadi dambaan setiap kader NU. Bukankah sebaik-baiknya orang adalah yang bisa bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.

Kiprah Kader NU lainnya dalam bidang ekonomi di Ciamis diantaranya adalah BMT (Baitul Mal Tanwil) Bustanul  Falah, yang  didirikan pada tahun 2003 oleh seorang kader NU Ciamis, Drs. H. Iyos Rosidin, M.Pd, di Desa Sukamulya.

“Dengan adanya BMT ini kami mengharapkan terfasilitasinya layanan usaha rakyat baik dengan sistim bagi hasil (mudharabah-red) di lingkungan Desa Sukamulya maupun desa lainnya,” ungkap Manajer BMT Bustanul Falah, Aceng Mulyana.

Aceng mengatakan, selain memberikan fasilitas simpan pinjam secara islami, BMT Bustanul falah juga melakukan penyertaan modal terhadap usaha perkebunan karet seluas 300 Bata di Desa Jelat.

Wakil Ketua NU Ranting Padaherang, Warino Ma’ruf, yang juga seorang petani Kakao dan pegiat Koperasi Warga NU (KOWANU) Padaherang, mengatakan, kiprah kader NU dalam bidang ekonomi harus terus dikembangkan.

“KOWANU  Padaherang memfasilitasi pupuk bagi para petani di Padaherang,” katanya.

Dihubungi terpisah, Ketua PMII Cabang Ciamis, Haris Hendriana, Selasa (16/10), mengatakan, bahwa peran kader NU dalam pemberdayaan ekonomi ummat tak dapat ditawar-tawar lagi.

“Filosofi Kemiskinan akan mendekatkan pada kekufuran, adalah pijakan dasar bahwa ummat harus sejahtera,” pungkasnya. (dk)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!