Karir Herdiat Berjalan Merangkak dari Bawah

Karir Herdiat Berjalan Merangkak dari Bawah

(Sekretaris Daerah Kab Ciamis)

Bupati Ciamis H. Engkon Komara melantik H. Herdiat, mantan Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, di Aula Gedung TP PKK Ciamis, Jumat, (28/9). Foto : Dian Sholeh WP/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Bupati Ciamis H. Engkon Komara melantik H. Herdiat, mantan Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, di Aula Gedung TP PKK Ciamis, Jumat, (28/9).

Herdiat merupakan Sekda kelima di masa kepemimpinan Bupati H. Engkon Komara. Sebelumnya, Sekda Ciamis diduduki Tahyadi A. Satibie, Hidayat Kartasasmita, Subur Dwiono, dan Dedi A Riswandi (Alm).

Sementara itu, karir Herdiat sudah dimulai dari bawah, seperti dari Pjs Kades Gegempalan Kec Panjalu, Sekwilmat Kec Panjalu, Camat Sukadana, Camat Cipaku, Camat Pangandaran, Kabag Umum Setda, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, dan terakhir Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Ketika ditemui HR, seusai acara pelantikan, Herdiat mengakui problematika pemerintahan  saat ini cukup kompleks, terutama menggali sumber-sumber potensi daerah di berbagai sector untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Peningkatan PAD tahun ini cukup signifikan, mencapai 35 persen dari tahun sebelumnya. Namun kami juga akan tetap terus berusaha dan bekerja keras untuk mengoptimalkan potensi PAD sebagai salah satu sumber anggaran Pembangunan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Herdiat, pihaknya merencanakan untuk meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP), yang sebelumnya Wajar dengan pengecualian (WDP), untuk memperbaiki penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Pengelolaan sudah bagus, cuma penataan asset yang harus terus digenjot secara maksimal,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Engkon mengatakan, bahwa Bupati merupakan jabatan politis, bisa siapa saja yang mendudukinya. Berbeda dengan jabatan Sekda, kata dia, jabatan Sekda bersifat structural yang berjalan mulai dari bawah.

“Tidak semua PNS bisa meraih jabatan tertinggi. Oleh karena itu Sekda mempunyai beban cukup berat untuk mengatasi masalah teknis di pemerintahan,” ungkapnya.

Diakui Engkon, selama menjabat bupati, dirinya merasa sangat terbantu dengan kinerja Sekda. Apalagi saat ini banyak tuntutan dari masyarakat kepada pemerintah yang membutuhkan anggaran cukup besar.

“Saya berharap Sekda baru bisa lebih melanjutkan komunikasi. Tidak hanya dilakukan di Internal pegawai saja, tapi dengan semua lapisan pemerintah termasuk Bupati, Wakil Bupati, pemerintah pusat, Provinsi, DPRD, masyarakat, dan LSM,” pungkasnya. (DSW)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles