Koptan Banyu Metu Padaherang Kelola Program KBR

18/10/2012 9 Comments

Dua orang anggota Kelompok Tani (Koptan) Banyu Metu, Desa Kedungwuluh, Kec. Padaherang, Kab. Ciamis, tengah mengecek pertumbuhan pohon di tempat penyemaian benih. Foto : Warino/HR.

Padaherang, (harapanrakyat.com),- Kelompok Tani (Koptan) Banyu Metu, Desa Kedungwuluh, Kec. Padaherang, Kab. Ciamis yang berdiri sejak tahun 2006, sudah banyak berkiprah untuk turut serta memajukan desa setempat dalam bidang pertanian, baik tanaman pangan, holtikultur, perkebunan, peternakan, perikanan maupun bidang kehutanan.

Sekretariat Koptan Banyu Metu yang beralamat di RT.14/05, Dusun Babakan Jaya, Desa Kedungwuluh, dan diketuai oleh Supardi, sekretaris, Setiawan Mulyana, serta Sawin sebagai bendahara, kini memiliki anggota sebanyak 24 orang.

Tahun 2012 ini, koptan tersebut sedang mengelola program Kebun Bibit Rakyat (KBR) bantuan dari BP4K Kab. Ciamis. Menurut Supardi, anggotanya telah mempersiapkan lokasi lahan penyemaian untuk Program KBR sejak Juli 2012. Sedangkan pelaksanaaan penyemaian mulai dilakukan tanggal 2 Agustus lalu.

Bantuan yang diberikan BP4K berupa benih Albasia untuk 15.000 polybag, dengan total bantuan mencapai 25 ribu pohon. Kemudian, ditambah pula bantuan benih dari Agun Centre Banjar sebanyak 5.000 pohon, dan swadaya kelompok 19.000 pohon. Saat ini KBR Banyu Metu menyemai bibit tanaman Albasia, Jati Putih dan Manglid, totalnya sebanyak 49.000 pohon.

Supardi mengatakan, tidak hanya benih tanaman saja yang diberikan BP4K Ciamis, tapi juga bantuan berupa plastik polybag sebanyak 50 kg, pupuk bokasi 1.250 kg, pupuk NPK 125 kg, insektisida 2 liter, fungisida 2 kg, Paranet sepanjang 250 meter, bambu 133 batang, mesin pompa air 1 unit, selang 100 meter, handspayer 1 unit, torn penampung air 1 unit, embrat 2 buah, paralon 5 batang, kran 1 buah, dan papan nama.

“Untuk mengisi polybag, Kelompok Tani Banyu Metu melibatkan pekerja ibu-ibu 15 orang dan pria 5 orang, upah kerjanya borongan yakni 25 rupiah/kantong. Adapun tenaga kerja penyiraman persemaian dilakukan secara swadaya, tapi nanti akan diberi upah dari hasil penjualan bibit swadaya,” katanya.

Sedangkan, untuk pendistribusian bibit tanaman nantinya akan dibagikan kepada 6 anggota kelompok tani yang ada di Desa Kedungwuluh. Adapun dari bibit swadaya yang berjumlah 19.000 pohon, yaitu diantaranya target harga penjualan bibit Albasia Rp.700-Rp.1000/pohon, Jati Putih Rp.1.000-Rp.1.500/pohon, dan untuk Manglid harganya sama dengan harga Jati Putih.

“Kegiatan KBR di Koptan Banyu Metu bisa seperti ini atas bantuan BP4K Ciamis, sehingga kami sangat berterimakasih kepada H. Wasdi selaku Kepala BP4K yang telah memberikan kepercayaan kepada kelompok kami untuk mengelola KBR Percontohan. Dan juga atas bimbingan dari Endang Supriatna, Kepala BP3K Kec. Padaherang, serta pendampingan dari Penyuluh Kehutanan, Jaman Kartaatmaja,” tutur Supardi.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Kedungwuluh, R. Ikin Garnadi, berharap, Koptan Banyu Metu dan kelompok tani lainnya yang ada di Desa Kedungwuluh memprioritaskan menanam tanaman di sekitar mata air Banyu Metu, dan di sekitar embung yang ada di Gunung Kadubera, Desa Kedungwuluh. Hal itu agar nantinya bisa berfungsi sebagai penahan air.

“Desa Kedungwuluh disamping memiliki potensi lahan hutan rakyat seluas 120 hektare yang bisa ditanami, juga memiliki potensi lain, yaitu Curug Bunton dan Gua Rawas. Kami berharap kedepannya bisa dimanfaatkan sebagai obyek wisata alam dan potensi agrowisata,” kata Ikin. (Warino)

About author

Related articles

9 Comments

  1. ismuni February 10, at 15:34

    Semoga kemajuan kelompok ini bisa ditiru oleh kelompok tani lain

    Reply

Leave a Reply