Pelajar Anti Kekerasan Dideklarasikan

18/10/2012 0 Comments

Kasatlantas Polres Ciamis, diikuti Pejabat Disdik, pelajar dan pengelola SMA Informatika membubuhkan tanda tangan, saat deklarasi pelajar anti kekerasan, Senin (15/10). Foto : Dian Sholeh Wardiana Putra/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Satuan Polisi Resor Ciamis, Dinas Pendidikan, dan Pelajar SMA Informatika Kabupaten Ciamis mendeklarasikan pelajar anti kekerasan. Kegiatan itu disertai aksi penandatanganan di atas spanduk dari perwakilan pelajar, Polres, Disdik, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Senin (15/10), di halaman SMA Informatika.

Deklarasi pelajar anti kekerasan tersebut diikuti oleh 671 peserta didik. Deklarasi itu merupakan bentuk ajakan agar peserta didik di Kab. Ciamis bisa menjalankan tugasnya sebagai pelajar yang teladan, beretika, dan Cinta damai.

Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Ciamis, AKP Andriyanto, menyampaikan, mendukung penuh dengan diadakannya deklarasi pelajar anti kekerasan. Dia meminta, setelah acara deklarasi, siswa SMA Informatika harus bisa memberikan contoh kepada siswa di sekolah lain.

“Polres dan Disdik akan terus memberikan pembinaan dan memantau jika ada siswa yang ketahuan tidak masuk sekolah. Kami juga akan merazia pelajar yang membawa kendaraan dengan menggunakan knalpot bissing,” tuturnya.

Menurut Andriyanto, deklarasi seperti yang dilakukan di SMA Informatika sangat diperlukan. Hal itu untuk mengantisipasi atau meminimalisir terjadinya tawuran antar pelajar, dan untuk menjaga situasi yang kondusif.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Kab. Ciamis, Drs. H. Hidayat taufik, mengatakan, deklarasi itu merupakan titik awal kebangkitan generasi bangsa yang menjunjung tinggi pilar kenegaraan.

“Disdik juga berharap agar guru-guru lebih serius lagi menerapkan pendidikan karakter di setiap mata pelajaran. Karena pendidikan karakter bertujuan mengembangkan kemampuan seseorang untuk memberikan keputusan baik dan buruk, sekaligus memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMA Informatika, Tatang Jauhari, menambahkan, aksi deklarasi yang dilakukan secara spontan, selain mendapat dukungan dari Disdik, Polres seta wartawan, juga mendapat dukungan dari orang tua siswa yang peduli terhadap kemajuan pendidikan putra-puterinya.

“Deklarasi anti kekerasan ini merupakan sebuah bentuk keprihatinan, setelah menyaksikan serangkaian aksi kekerasan pelajar yang terjadi di Indonesia. Kami berharap peristiwa seperti itu tidak terjadi di Ciamis, “ pungkasnya. (DSW)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!