Rencana Dihapus Matpel Bahasa Inggris Tuai Kontroversi

25/10/2012 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com), Rencana Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menghapus atau meniadakan mata pelajaran bahasa Inggris di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Penghapusan itu didasari karena mata pelajaran Bhs. Inggris dianggap membebani siswa. Namun, belum juga terealisasi, rencana itu menuai kontroversi. Pro dan kontra bermunculan baik di kalangan pendidik atau masyarakat luas termasuk di Kabupaten Ciamis.

Kemendikbud berencana akan mengurangi jumlah mata pelajaran di tingkat SD dari 11 menjadi 6 pelajaran saja. Diantaranya yakni Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, PPKN, Matematika, Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes).

“Saya kurang setuju, Bahasa Inggris dihapus dari daftar mata pelajaran SD. Soalnya, nanti bagaimana menyiapkan generasi bangsa, alasan lainnya Bahasa Inggris juga merupakan bahasa Internasional, dan kita saat ini sedang dalam era globalisasi,” ungkap Nursyamsi, seorang praktisi Lembaga Kursus, Selasa (22/10).

Kokom Komariah, Kepala SDN 4 Kertasari, mengaku menyetujui rencana penghapusan mata pelajaran bahasa inggris dari daftar matpel SD. Namun, dia mengisyaratkan, penghapusan itu perlu dilakukan untuk kelas 1 sampai 3.

“Sementara untuk kelas empat, kami pikir pembelajaran bahasa inggris harus sudah bisa dimulai,” katanya.

Pengawas UPTD Pendidikan Ciamis, Muhtar, berpendapat, kebijajkan penghapusan mata pelajaran bahasa inggris sangat dilematis. Menurut dia, satu sisi bisa mengurangi beban belajar anak, namun di sisi laiu harus ada alternatif pembelajaran bahasa inggris di luar sekolah.

“Kursus bahasa Inggris bagi anak SD mungkin bisa jadi alternatifnya,” ujarnya.

Muhtar menjelaskan, pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD harus disesuaikan dengan kebutuhan anak itu sendiri. Jadi, mereka tidak terkesan dijejali beban, karena sudah ditetapkan dalam kurikulum.

Dia juga menambahkan, Pemkab Ciamis harus mulai memikirkan bagaimana muatan kurikulum lokal seperti Bahasa Sunda lebih diperhatikan. Baik itu kurikulumnya ataupujuga pengajarnya. Selama ini, mata pelajaran bahasa Sunda seolah terpinggirkan, akibatnya anak kurang berminat belajar bahasa sunda.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, ketika akan dimintai konfirmasi seputar rencana penghapusan mata pelajaran bahasa inggris di tingkat SD, Senin (23/10) sedang tidak berada di tempat. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!