Sawah Guludug Panen Tiga Kali Saat Kemarau

18/10/2012 0 Comments

(Neglasari Belum Termasuk Daerah Rawan Kekeringan)

Banjar, (harapanrakyat.com),- Selama musim kemarau, lahan pesawahan non teknis seluas kurang lebih 25 hektare yang tersebar di tiga wilayah, diantaranya Blok Rancawayang, Dusun Cipariuk, Blok Wanasara, Dusun Cilengkong, dan Blok Cikapundung, Dusun Cikapundung, Desa Neglasari, Kec/Kota Banjar, masih tetap bisa produksi padi.

Menurut Kepala Desa Neglasari, Bakin Kusdiana, mengatakan, pada saat kemarau, para petani memanfaatkan bantuan pompanisasi dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Pertanian Kota Banjar, untuk menyedot air dari Sungai Cikembang guna mengairi lahan sawahnya.

“Pada bulan Agustus hingga September kemarin, petani di tiga wilayah tersebut telah melakukan panen padi, dan sekarang ini mereka sudah mulai tanam lagi. Jadi petani di Neglasari mah tidak mengalami kekeringan,” ujar Bakin, Senin (15/10).

Namun memang, lanjutnya, ada lahan sawah yang tidak bisa maksimal panennya ketika musim kemarau karena lokasinya terlalu jauh dengan Sungai Cikembang, yakni pesawahan di Blok Rancamuncang, Dusun Cipariuk, luasnya mencapai kurang lebih 10 hektare.

Bakin mengatakan, meski lahan pesawahan di wilayahnya termasuk non teknis, tapi dalam satu tahun mampu melakukan produksi sebanyak tiga kali panen. Sedangkan, untuk pesawahan di Blok Rancamuncang hanya bisa dua kali produksi pertahunnya.

Sementara kebutuhan air untuk mandi, cuci, kakus (MCK) warga, menurut Bakin, wilayahnya hingga saat ini belum termasuk rawan air/kekeringan, lantaran sumur bor bantuan dari Dinas PU Kota Banjar tahun 2006 yang ada di Neglasari masih punya cadangan air yang cukup.

“Dan tahun ini untuk bak penampungannya akan disempurnakan lagi, lokasinya yaitu di Dusun Cipariuk. Begitu pula kebutuhan air di wilayah lainnya masih tercukupi dari sumur resapan yang mereka miliki. Bahkan, warga yang berada di Dusun Cikapundung dan Bantarpeundeuy memanfaatkan mata air Sungai Cikapundung untuk kebutuhan sehari-harinya, yakni dengan cara dialirkan menggunakan selang ke setiap rumah,” kata Bakin. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply