Sertifikasi ISO jangan Sekedar “Slogan”

25/10/2012 0 Comments

(Plt. Kasdik Ciamis, H. Tatang S.Ag)

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Raihan Sertifikat ISO (International Standard Organization) 9001:2008 bagi SMK, baik Swasta dan Negeri di Kabupaten Ciamis jangan hanya dijadikan slogan semata. Akan tetapi, harus diimplementasikan dalam kegiatan keseharian sekolah, untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Sertifikasi ISO 9002:2008 merupakan program wajib dari rencana strategis Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2010-2014, dimana seluruh SMK di Indonesia baik negeri maupun swasta wajib memperoleh sertifikat ISO.

“Meskipun Disdik mengapresiasi SMK yang mendapatkan ISO, namun jangan dijadikan slogan semata. Justru yang penting implementasinya,” ungkap Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, H. Tatang S.Ag, didampingi Kabid Dikmen, Drs. H. Hidayat Taufik, MM pada acara penyerahan sertifikasi ISO 9001: 2008 dari TUV Rheinland Perwakilan Indonesia di SMKN 1 Kawali, Senin (22/10).

Tatang menambahkan, meskipun sertifikasi ISO merupakan kewajiban bagi seluruh sekolah menengah kejuruan baik negeri maupun swasta di Ciamis, akan tetapi komitmen dan konsistensi SMK yang sudah memperoleh ISO sangat dituntut.

“Ada Renstra dari Depdikbud soal ISO. Kalau satu tahun dievaluasi oleh Badan Sertifikasi Manajemen Mutu, pihak sekolah tidak konsisten maka ISO-nya bisa dicabut, kami juga akan turut melakukan pengawasan,” katanya.

Sementara itu, Taufik menambahkan, bahwa saat ini dari 9 SMK Negeri di Kabupaten Ciamis, ada sekitar 5 sekolah yang sudah meraih ISO. Dan dari 52 Sekolah Swasta, sudah 2 Sekolah yang sudah meraih ISO.

“Konsekwensinya juga bukan sekedar bisa lulus 100 persen, akan tetapi kualitas lulusannya harus ditingkatkan,” ujarnya.

Perwakilan TUV Rheinland Indonesia, sebagai Badan Sertifikasi Manajemen Mutu (SMM), Rahmat mengatakan, bahwa raihan sertifikat ISO jangan sekedar ikut trend, tapi harus didasari oleh kemauan sekolah untuk menerapkan sistem manajemen mutu .

“Banyak sekolah di kota lain di Jabar yang kami tolak, karena tahapan untuk mensertifikasi sekolah sangat memakan waktu, mulai dari pembimbingan hingga audit internal dan eksternal,” ungkapnya.

Namun Rahmat enggan merinci berapa jumlah dana yang harus dikeluarkan sekolah untuk meraih ISO. Hanya saja jumlah Sekolah SMK di Jabar yang sudah meraih ISO, menurut pihaknya mencapai sekitar 40 SMK baik Swasta maupun negeri.

“Yang jelas sudah ada anggarannya dari sekolah. Kami hanya menjalankan siklus proses sertifikasinya, agar sekolah bisa berstandar dunia,” singkatnya.

Kepala SMK N  1 Kawali, Dra. Ika Karniati Sardi, mengatakan, bahwa raihan ISO 9001: 2008 oleh pihaknya tersebut melalui proses yang panjang.

“Yang penting semua jajaran kami, Mulai Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha dan para siswa harus siap merubah perilaku demi peningkatan layanan pendidikan di sekolah ini,” pungkasnya. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply