Awas! Upal Beredar di Kota Banjar

07/11/2012 1 Comment

Banjar,(harapanrakyat.com),- Pedagang di Kota Banjar mengaku resah. Pasalnya, penyebaran uang palsu (upal) pecahan Rp.10.000, Rp.50.000 dan Rp.100.000 mulai marak terjadi. Disinyalir menyebarnya upal terjadi ketika situasi jual beli sedang ramai, atau saat malam hari.

Seperti dialami Yaya (24) dan Gilang (18), karyawan di salah satu toko yang ada di kawasan Pasar Banjar. Mereka mengaku, pada waktu itu, Minggu (4/11), keadaan di toko sedang ramai pembeli, sehingga tidak menyadari kalau upal itu sudah masuk ke dalam penyimpanan uang di kasir.

“Waktu sedang ramai oleh pembeli, jadi kami tidak fokus saat konsumen melakukan pembayaran. Baru sadar saat menghitung uang, lantaran salah satu dari uang pecahan 100 ribu berbeda. Secara kasat mata terlihat beda, baik dari warna maupun gambarnya. Benang pengaman terlihat menyatu dengan kertas, kalau yang asli menonjol,” tutur Yaya, Senin (5/11).

Gilang semakin terkejut lagi ketika menyetor uang ke bank. Salah satu uang pecahan Rp.10.000 dikembalikan pihak bank, sebab diketahui palsu.

“Kalau sepintas sama persis dengan yang asli. Tapi, begitu masuk ke dalam alat penghitung uang di bank ternyata palsu. Sekarang lebih teliti terhadap uang yang diterima dari konsumen. Namun, bukan berarti harus mencurigai setiap konsumen, ini hanya menjaga agar kejadian tersebut tidak terulang,” kata Gilang.

Hal serupa dialami pasangan suami istri Agus (46) dan Cicih (40), warga RT. 02/07, Lingkungan Lemburbalong, Kel/Kec. Pataruman, yang sehari-hari membuka warung kecil di rumahnya.

Sebelumnya mereka tidak curiga kalau uang pecahan Rp.50.000 itu ternyata palsu. Cicih mengaku, uang pecahan 50.000 merupakan kembalian dari pedagang di pasar saat belanja kebutuhan dagangan warungnya.

“Balanja kanggo dagangan di warung teh sok subuh, janten masih poek keneh. Abi sareng suami teu sadar eta artos palsu. Pas siang katingali pisan tina warna gambarna teu cekas, pita pengamanna benten pisan sareng nu asli. Matakna abi ayeuna meser alatna supados tiasa ngabedakeun mana anu asli atawa nu palsu, bakat ku keuheul sareng sieun, artosna oge tos dibeuleum ku bapana,” kata Cicih dengan nada kesal.

Dari kejadian tersebut, mereka semua mengharapkan agar petugas kepolisian bisa menelusuri dan menangkap pelaku pengedar upal di Kota Banjar, yang kini telah meresahkan masyarakat. (HND)

About author

Related articles

1 Comment

  1. gunari November 07, at 12:21

    bahaya........harus ditelusiri dan di tindak tegas.....

    Reply

Leave a Reply