Gembira Berpesta di Bawah Air Hujan

29/11/2012 0 Comments

Anak-anak di Kel. Muktisari, Kec. Langensari, tampak bergembira menyambut datangnya hujan dengan berenang bersama di sebuah kolam milik warga sekitar. Foto : Deni Supendi/HR.

Deni Supendi

Langit mendung nampak awan menghitam menghias angkasa, seketika hujan turun mengguyur bumi, membasahi tanah, daun, dan pepohonan. Sore itu, Senin (26/11), anak-anak di wilayah Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, riang gembira menyambut turunnya hujan, mereka bersorak ria, berenang dan mandi bersama dalam hujan.

“Horeee..hujaaaan..hujaaan..hujaaaan turun,” teriak Amad yang bersorak kegirangan, sambil loncat ke dalam kolam besar milik warga, di sekitar bilangan Stasiun KA Langensari.

“Asyiik, kita bisa berenang sambil hujan-hujanaaan,” Adji pun ikut berteriak menyambut teriakan Amad yang begitu lama mendambakan turunnya hujan.

“Kita akan mandi bersama di kolam ini Adji,” kata Amad yang melirik kearah Adji yang juga kegirangan.

Mereka bersorak, lompat-lompatan, bahkan Adji makin sibuk berenang kesana kemari dengan teman-teman lainnya. Anak-anak sebaya lain, Mami, Farid, dan Robi pun tak kalah aksinya, mereka pun kegirangan menanti hujan, berkumpul bersama di dalam kolam warga yang selama musim kemarau kemarin mengering.

Langit makin mendung gelap, awan hitam menghias angkasa. Tak lama kemudian hujan mengguyur deras, membasahi tanah dan bunga-bunga, mereka makin gembira dan terus bersorak menyambut hujan yang mengguyur deras.

“Horeeee..horeeee…mandi air hujaaaaan,” teriak anak-anak itu yang makin kegirangan. Mereka terus bermain, bergembira menikmati hujan yang makin lama menderas. Sungguh anak-anak yang bebas, pikiran mereka bebas, yang terus mereka lakukan hanyalah kebiasaan mereka untuk bermain meski hujan mengguyur.

“Hei, aku ikut,” teriak Akbar yang mengalihkan perhatian anak-anak itu. “Ayo Akbar, mainlah bersama kami,” kata Adji. “Iya, mainlah bersama kami, dan mandilah bersama kami,” imbuh Amad. Kemudian mereka berbaur dengan teman-teman yang lainnya mandi air hujan di dalam kolam luas.

“Horeee.mandiiii.. teriak,” anak-anak lain serentak, mereka bersorak riang gembira, mereka begitu bahagia, bermain, kejar-kejaran dan saling lempar-lemparan air.

Sungguh masa anak-anak adalah masa kebebasan, mereka bebas bermain sesuka hati, bebas bersuka ria dan mandi bersama di tengah guyuran hujan deras. Bagi anak-anak itu, dunia ini seolah milik mereka, kebebasan adalah hak mereka, tiada batas yang mampu menghalangi semangat bermain mereka.

Mereka terus bermain, mandi, saling lempar air, kejar-kejaran dan bernyanyi bersama mengiringi derasnya hujan. Mereka terus melakukan apa yang membuat mereka senang dan melupakan segala beban mereka, hingga hujan berhenti mereka tetap terus bermain, mereka adalah anak-anak bebas, bermain sesuka hati mereka meski hujan telah berhenti mengguyur dan membasahi bumi. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply