Jembatan Gantung Jabar-Jateng Segera Dibangun

16/11/2012 Berita Banjar
Jembatan Gantung Jabar-Jateng Segera Dibangun

Di lokasi ini lah jembatan gantung yang menghubungan dua wilayah perbatasan, yakni antara Desa Waringinsari, Kota Banjar, Jabar, dengan Desa Bakung, Kab. Cilacap, Jateng, akan segera dibangun. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Guna memperlancar roda perekonomian dua wilayah perbatasan, yakni antara Dusun Purwodadi, Desa Waringinsari, Kec. Langensari, Kota Banjar, Jabar, dengan Dusun Rejamulya, Desa Bakung, Kec. Wanareja, Kab. Cilacap, Jateng, Pemkot Banjar akan segera membangun jembatan gantung di atas permukaan Sungai Citanduy.

Dana yang disediakan untuk pembangunan jembatan mencapai Rp.950 juta. Sumber pedanaan dari APBD Kota Banjar, dan pengerjaannya dilaksanakan bulan Nopember ini.

Kasie. Jembatan dan Jalan, Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Banjar, Indah Silviana, mengatakan, Pemkot Banjar terus berupaya meningkatkan mutu kegiatan perekonomian di wilayah perbatasan. Hal ini semata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Setelah dibangunnya jembatan penghubung antara Desa Langensari, Kota Banjar dengan Desa Pasir Kunyit, Kabupaten Cilacap, secara tidak langsung memperlancar arus transportasi perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dan sekarang akan dibangun lagi sebuah jembatan gantung, yaitu di Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari,” katanya, Senin (12/11).

Lebih lanjut Indah mengatakan, rencana pembangunan jembatan ini atas usulan warga Desa Waringinsari pada saat Musrenbangdes, lalu ditindaklanjuti dalam Musrenbangcam serta Musrenbangkot.

Pemkot Banjar melalui Dinas PU merespon usulan tersebut, dan direalisasikan pada tahun anggaran 2012. Namun, untuk tahun 2012 ini hanya akan melaksanakan pengerjaan bagian pondasi yang masuk ke wilayah Jabar, biayanya mencapai Rp.300 juta.

Sedangkan, untuk pembangunan lanjutan yang menelan biaya Rp.650 juta rencananya akan dikerjakan pada pertengahan tahun 2013, yakni antara bulan Juni-Juli. Dengan begitu, dipastikan pada tahun 2013 jembatan gantung sudah dapat digunakan.

“Pembangunan tahap pertama harus segera dilaksanakan tidak melebihi tahun anggaran, yaitu batasan maksimal tanggal 15 Desember harus sudah selesai. Kami sudah tiga kali melakukan sosialisasi, untuk memberikan informasi mengenai akan dibangunnya jembatan gantung, sekaligus untuk mendapatkan persetujuan dan kesepakatan bersama warga setempat,” ujar Indah.

Dengan dibangunnya jembatan gantung, dipastikan pertumbuhan ekonomi disuatu daerah akan cepat meningkat. Walaupun jembatan gantung ini hanya bisa digunakan kendaraan roda dua, tetapi manfaatnya sangat besar.

Selain itu, warga yang berbatasan bisa melakukan transaksi ekonomi lebih cepat, mudah dan murah melalui jalur ini, karena warga tidak perlu memutar, atau memakai jasa angkutan perahu dengan ongkos tinggi ke Desa Waringinsari, Jabar, atau sebaliknya ke Desa Bakung, Jateng.

Indah juga mengatakan, mengenai masyarakat yang memiliki usaha penyebrangan jasa perahu, mereka tetap membuka usahanya, meski jembatan gantung sudah dibangun. Berdasarkan kesepakatan, untuk lokasi penyebrangan perahu digeser dengan radius tertentu, dan pihak pemborong akan membuatkan jalan kip dan jalur perlintasannya yang sebelumnya dibuat oleh mereka.

Sementara itu, Camat Langensari, Wawan Gunawan, SP.MSi, mengatakan, bila dilihat di jalur perlintasan tersebut memang sangat berpotensi, karena keramaiannya berlangsung sampai 24 jam.

Dibangunnya jembatan gantung, maka akses perputaran ekonomi, khususnya di dua wilayah menjadi lancar, sehingga dimungkinkan keramaian Pasar Caplek di Waringinsari akan semakin meningkat.

“Modal kesepakatan antara pemerintah kota dengan masyarakat setempat, maupun pemilik usaha jasa perlintasan perahu sudah dicapai. Harapan kami pembangunan jembatan bisa berjalan lancar dan tepat waktu,” kata Wawan.

Hal serupa dikatakan Kepala Desa Waringinsari, Liwon Saryo. Dengan dibangunnya jembatan gantung selain nantinya dapat meningkatkan ekonomi, juga hubungan kedua wilayah perbatasan akan lebih dekat dan semakin erat.

Walaupun hanya jembatan gantung, namun hal itu merupakan harapan dari masyarakat Desa Waringinsari sejak lama mendambakan sarana penghubung transportasi antara dua wilayah Jabar-Jateng.

Sementara itu Mukijo, salah seorang warga yang menjalankan usaha jasa penyebrangan perahu, mengakui bahwa memang Pemkot Banjar sudah menyetujui keinginan dari pihaknya, yakni jalur perlintasan perahu tetap dibuka.

Di lain tempat, Kadus Purwodadi, Muhtarom, mengatakan, masyarakat Dusun Purwodadi, Desa Waringinsari mendukung penuh pembangunan jembatan gantung tersebut.

“Kita berharap kepada kontraktor dapat memberikan yang terbaik, karena dengan adanya jembatan ini dapat membantu memperlancar perekonomian masyarakat,” harap Muhtarom. (Eva)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles