(Menjadikan Citanduy Bersih) TAK SEMUDAH MEMBALIKAN TELAPAK TANGAN

29/11/2012 0 Comments

Citanduy yang membelah kota Banjar bagian utara dan selatan bila musim kemarau air jernih kehijau-hijaun. Tapi bila tiba musim hujan, air berubah kecoklat-coklatan. Banjir dari Citanduy sejak ditangani oleh Proyek Citanduy 30 tahun yang lalu, kota Banjar terbebas dari banjir yang melanda kota yang berada di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah.

Pemerintah Kota Banjar ada mimpi ingin Citanduy dijadikan tempat rekreasi wisata sungai. Mewujudkannya tidak mudah, baik anggaran biaya maupun kesadaran masyarakat yang berada di sekitar Citanduy merupakan tantangan utama. Dalam menjaga kebersihan Citanduy untuk tidak mambuang berbagai sampah ke sungai itu. Seperti sulit, meskipun pihak Pemerintah Kota Banjar sudah secara bertahap membangun sebagian bantaran sungai. Dengan dibangun taman dan jogging trek sebagai bagian dari RTH (Ruang Terbuka Hijau).

Sebuah kota yang di dalamnya mengalir sebuah sungai, maka kawasan sepanjang kiri-kanan sungai sampai selebar jarak pengaruh sungai, itu dapat dikatakan riverfront dari kota itu. Salah satunya di Kota Banjar. DKPLH (Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Lingkungan Hidup) Kota Banjar, berkali-kali melakukan survey mencari solusi untuk menangani Citanduy, menjadi sungai yang bersih.

Beberapa waktu lalu, di musim kemarau, dengan kondisi air sungai yang kehijau-hijuan. Terbukalah solusi, pencemaran sampah yang dibuang ke Citanduy, panjang hanya 600 meter dari kawasan pasar Banjar sampai ke bendungan Doboku. Kearah hulu dari kawasan pasar Banjar, kondisi Citanduy cukup aman dari buangan limbah sampah. Demikian diungkapkan Kepala Dinas DKPLH Kota Banjar Fenny Fahrudin dalam suatu percakapan singkat dengan HR di Kantor, beberapa pekan lalu.

Niat Pemkot Banjar untuk menciptakan riverfront sudah dilaksanakan secara bertahap, bekerjasama dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citanduy, dengan telah memasang rusuk beton di pinggir Citanduy. Untuk mewujudkan sungai lebih bermanfaat, “Jangan wariskan air mata, tapi Mata air sumber kehidupan”  Sayang motto itu tak menjadi inspirasi masyarakat Banjar.

Bila anda mengunjungi kuliner Doboku, sambil santai jajan akan terlihat motto itu yang berada di kawasan BBWS. Motto hanya tinggal motto, bila sosialisasi untuk menjadikan Citanduy bersih. Itu tanggung jawab semua, bukan hanya Pemkot Banjar saja, tapi seluruh pemangku kepentingan di Banjar, salah satunya peranan media. Untuk itu HR akan terus mensosialisasikan pentingnya sungai bersih, sebagai sumber kehidupan. (Adi K)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!