Penyebab Wabah Hepatitis A di SMPN 1 Ciamis Akan Diteliti Tim Kemenkes

07/11/2012 0 Comments

Ciamis,(harapanrakyat.com),- Terkait kasus wabah hepatitis A yang menjangkit 55 siswa SMPN 1 Ciamis, beberapa waktu lalu, membuat Tim Survaillence ( tim pencari dan pengumpul Data) dan Kesehatan Lingkungan dari Kementrian Kesehatan RI akan melakukan penelitian ke Ciamis yang dijadwalkan minggu ini.

Kunjungan Tim dari Depkes RI tersebut akan mengumpulkan data-data penyebab terjangkitnya puluhan siswa tersebut hingga mereka terjangkit Virus Hepatitis A. “ Kami sudah melaporkan ke Dinas Kesehatan Pemprov dan ke Kemenkes terkait hal itu. Dan tim dari Kemenkes berdasarkan laporan akan berkunjung ke Ciamis untuk penelitian lebih lanjut, “ ungkap Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Ciamis, dr H. Yoyo, ketika dihubungi HR via telepon selulernya, Senin ( 05/11)

Yoyo menambahkan saat ini pihaknya hanya bisa memberikan rekomendasi ke pihak sekolah yang berkoordinasi dengan Disdik Ciamis soal Pola Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS) di lingkungan sekolah.

“ Laporan kami berdasar pada pengambilan sampel kepada 6 orang dari 55 orang yang terjangkit virus Hepatitis A di SMP 1 Ciamis. Rekomendasi itu seperti menjaga kesehatan mulai dari sarapan pagi  sebelum sekolah , cuci tangan sebelum dan setelah makan. Adapun kebijakan meliburkan siswa, mungkin itu kebijakan sekolah,” terangnya.

Adapun soal penyebabnya, imbuh Yoyo, pihaknya akan menunggu penelitian dari Tim Kemenkes RI. “ Yang jelas tidak perlu dirisaukan kami sedang berupaya, adapun pencegahan dini sudah kami lakukan sosialisasi bersama sekolah dan juga masyarakat,” katanya.

Ketika HR mencoba mengkonfirmasi Kepala SMPN 1 Ciamis, Agus Yudhono, S.Pd, M.Pd, Selasa ( 06/11), namun yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Tetapi, HR berhasil mendapat konfirmasi dari seorang Guru SMPN 1 Ciamis, Yudi Nugraha. Menurutnya, sesuai rekomendasi yang diberikan oleh Dinkes yang berkoordinasi dengan Disdik Ciamis, pihaknya tidak akan meliburkan siswa. Hanya saja, pihak sekolah mengurangi jam pelajaran, dimana siswa harus pulang ke rumah jam 12.30 WIB. “Jadi, jam pengayaan sekolah untuk sementara tidak ada,” imbuhnya.

Langkah ini diambil pihak sekolah, lanjut Yudi,  supaya para siswa bisa menjaga vitalitas dan daya tahan tubuhnya pada saat di sekolah maupun di rumahnya.

“ Intinya siswa jangan kecapaian, selain kami keluarkan himbauan sarapan pagi sebelum berangkat sekolah dan penerapan PHBS, juga kemarin kami lakukan bersih-bersih secara menyeluruh di lingkungan sekolah ,” pungkasnya. ( DK/R2)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply