PONjabar

Rumah Asri Gizi Terpenuhi, Ketahanan Pangan Terbukti

Oleh : H. Basir, SP, MP

Kota Banjar punya potensi besar dalam peningkatan ketahanan pangan melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), yang memiliki luas pekarangan mencapai tidak kurang dari 400 Ha.

Dengan KRPL, berbagai produk pangan bisa dihasilkan, mulai dari sumber karbohidrat, protein dan vitamin. Beragamnya konsumsi pangan (iversifikasi) tentu akan meningkatkan indek pola pangan harapan (PPH). Saat ini, konsumsi karbohidrat masyarakat Kota Banjar masih tinggi.

Berdasarkan data  Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian, konsumsi pangan perkapita penduduk Jawa Barat sekitar 105 kg/kapita pertahun. Sedangkan di Kota Banjar, konsumsi beras mencapai 108 kg/kapita pertahun. Angka tersebut cukup tinggi bila dibandingkan dengan konsumsi beras masyarakat Asean yang hanya sekitar 65-70 kg /kapita pertahun.

Untuk mensukseskan program KRPL di Kota Banjar, maka Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Banjar, bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lembang Jawa Barat, membuat suatu plot percontohan KRPL tahun 2012 yang berlokasi di RT 16, Dusun Cipantaran, Desa Cibeureum, Kec. Banjar.

Jika terus dikembangakan, program tersebut akan mampu menompang kebutuhan pangan dan gizi keluarga saat harga melonjak naik. Selain memiliki pengembangan tanaman pangan di sekitar halaman rumah, juga memungkinkan pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya ternak, ikan air tawar dengan skala rumah tangga, serta turut melestarikan sumber daya genetic yang sangat bermanfaat bagi kehidupan generasi masa depan.

KRPL dapat diterapkan di wilayah pedesaan maupun perkotaan yang masing-masing memiliki rekomendasi budidaya dan basis komoditas tertentu. Untuk melahirkan rekomendasi tersebut diperlukan penyuluh pertanian yang berkualitas, handal dan berkemampuan manajerial, serta berkewirausahaan, sehingga nantinya mampu membangkitkan daya saing yang tinggi dan berkelanjutan.

Selain itu, gerakan KRPL dimaksudkan untuk menekan biaya pengeluaran rumah tangga tani dengan cara memenuhi kebutuhan, melalui pemanfaatan sumber daya yang mereka miliki, sekaligus mampu menghindar dari dampak iklim ekstrim.

Dengan sajian informasi itu, diharapkan percontohan KRPL di Desa Cibeureum dapat direflekasikan ke daerah-daerah lainnya di Kota Banjar. Tentunya peran penyuluh pertanian lah sebagai ujung tombak pembangunan pertanian yang akan merubah pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat tani.

Penguasaan teknologi budidaya, teknologi tepat guna dan hasil-hasil penelitian dari lembaga penelitian harus cepat diadopsi, serta diinformasikan kepada para petani. Sehingga, diharapkan awal musim penghujan tahun ini KRPL terus tumbuh menyebar di wilayah Kota Banjar. Tentu hal ini tidak semudah membalikan telapak tangan, akan tetapi dengan tekad yang kuat dan semangat yang tinggi serta berinovasi maka, cita cita tersebut akan terwujud. Semoga. ***

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below