Tak Mudah Mengisi Personil DOB Kabupaten Pangandaran

16/11/2012 0 Comments

(Sekda Kabupaten Ciamis Drs. H. Herdiat S, MM)

Drs. H. Herdiat S, MM


Jum’at (Kliwon), 28 Septembar 2012, Kabupaten Ciamis telah terjadi pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis dari Drs. H. Tahyadi Satibie, MM., kepada Drs. H. Herdiat S, MM., di Aula Gedung TP PKK Kab. Ciamis. Memang Herdiat bukan orang baru di Kab. Ciamis. Yang menariknya dalam dua periode jabatan Bupati H. Engkon Komara, menjelang akhir masa bakti tinggal dua tahun lagi. Luar bisa melakukan 5 kali pergantian Sekda Kab. Ciamis. Hanya Bupati Engkon yang menjabat Bupati Ciamis dua periode, yang lain hanya satu periode.

Melihat dari kejadian itu, HR ingin mengetahui apa yang menjadi Visi dan Misi Sekda yang baru ini. Begitu Herdiat dilantik menjadi Sekda pada Jum’at Kliwon 28 September lalu, kita ingin mewawancarai Herdiat tak mudah melakukannya. Mungkin karena kesibukan pekerjaan, apalagi Pangandaran akan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).

Meskipun demikian, HR tak kalah strategi untuk menemui Sekda Herdiat ini, kami memainkan taktik menjebak untuk dapat bertemu Herdiat agar tidak menolak untuk diwawancarai. Redaktur Pelaksana HR Deni Supendi untuk menjajagi, bagaimana cara untuk bisa bertatap muka dengan Sekda baru ini. Proses berjalan cukup makan waktu panjang. Akhirnya Deni menugaskan wartawan HR Ciamis, untuk bisa bertemu dengan Sekda yang hobi main bola. Dicky Haryanto Adjid dalam beberapa pekan terus mengintai masa senggang Herdiat. Hasilnya pekan lalu Dicky berhasil berjumpa dengan orang yang “diburon” HR, maka lacar saja wawancaranya setelah jumpa. Tentu saja HR juga memanfaatkan orang dalam untuk bisa bertemu dengan Sekda Ciamis yang baru ini. Mau tahu maaf kami tak bisa menyebutkannya karena off the record, sebagai media profesional kami tak berani melanggarnya. Trims friend anda telah membantu kami.

***

HR: “Sekarang Bapak telah menjabat sebagai Sekda Kabupaten Ciamis, Visi dan Misi Bapak apa ? Karena dalam Kepemimpinan Bupati Engkon Komara selama dua periode, beliau telah dibantu dan mengalami pergantian Sekda sebanyak lima kali, apakah akan ada perbedaan dengan yang sebelumnya atau Bapak akan memberi warna lain Selama menjadi Sekda di Kab. Ciamis?”

Sekda: Ah biasa saja, saya bekerja berdasarkan Tupoksi saja juga tentunya arahan dari Bupati dan Wakil Bupati saya menganggap apa yang sudah dilakukan oleh senior-senior saya (mantan Sekda-red) sudah bagus, hanya target saya APBD stabil dengan PAD meningkat, dan menjemput peluang sekecil apapun, dan mendapat penilaian dari BPK dengan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) selama ini kan baru WDP (Wajar Dengan Pengecualian).

HR: “Dalam tugasnya, sekda itu adalah sebagai pemimpin pemerintahan bidang internal, sedangkan Bupati sebagai pemimpin pemerintahan. Jelas Sekda dan Bupati punya Tupoksi yang berbeda, karena lebih mengorientasikan pada internal pemerintahan daerah.

Bila diumpamakan, seorang koki (juru masak) di sebuah hotel. Bila juru masak menyajikan masakan yang enak dan lezat, hotel akan terkenal dan banyak pelanggannya. Semua tamu terlayani secara memuaskan, karena sajian juru masak dalam melayani tamu dan konsumen secara baik, ramah dan memikat hati, tentu saja hal tersebut tidak dilakukan sendiri, pasti punya tim untuk memasak, menyuguhkan dan melayani pemesannya?

Sekda: “Intinya ada koordinasi dan komunikasi dengan pimpinan, Bapak Bupati dan Wakil Bupati, DPRD, jajaran birokrasi pemerintahan dan elemen masyarakat juga. Kalau tim tidak ada, karena semua sudah ada tupoksinya masing-masing”.

HR: “Bagaimana Bapak untuk mengatur personil birokrasi terkait Daerah Otonomi Baru (DOB) Pangandaran, apakah SDM-nya mencukupi atau tidak?, dan upaya apa yang akan dilakukan oleh Bapak ?”.

Sekda: “Secara umum tidak hanya personil, tapi juga aset, termasuk anggaran dan keuangan, untuk personil DOB Pangandaran membutuhkan 4.616 personil yang terdiri dari eselon II, III, IV dan V, sementara yang sudah ada baru mencapai 3.917 personil, kekurangan ini yang sedang kami pecahkan saat ini”.

HR: “Dan bagaimana Bapak menata personil di Kabupaten Ciamis, karena akan terkurangi personil SDM yang ada sekarang?”.

Sekda : “Yah itu sedang digodok, tapi yang jelas secara umum pengarahan kami untuk birokrasi di Ciamis harus menanamkan nilai pelayanan publik yang mudah, murah, cepat, tepat dan ramah, dan  satu hal kami birokrasi di Ciamis akan memberi kader terbaik PNS untuk Pangandaran, kami tidak ingin asal-asalan. Jangan ada anggapan pejabat atau personil yang di drop ke Pangandaran sebagai pejabat buangan”.

HR: “Apakah Bapak juga punya minat untuk menjadi Bupati Ciamis mendatang, karena Pilkada Ciamis tinggal beberapa tahun lagi?”.

Sekda: “Soal Jabatan saya menganggap amanah dan titipan, intinya bagi saya pengabdian untuk masyarakat Ciamis, kalau soal itu (Pilkada-red) sangat situasional”.

HR: “Apakah Bapak menjadi Sekda Ciamis ada hambatan? Adakah punya kenangan manis atau pahit sekalipun sewaktu menata karier dari bawah, hingga bapak menjadi Sekda, bisa Bapak jelaskan!”

Sekda: “Kalau pahit manis itu sudah biasa selalu dalam hidup ini ada dinamika, yang penting kita harus selalu mengambil hikmah dari suatu permasalahan baik pahit atau manis”.

HR: “Seandainya Bapak menjabat Sekda ini tidak bisa menyuguhkan dan melayani kepada masyarakat atau dianggap tidak memuaskan, apa yang akan Bapak lakukan?”.

Sekda: “Masalah kepuasan itu kan relatif pasti ada puas dan tidak puas, hanya saja saya akan berupaya memberikan yang terbaik”.

HR: “Seandainya masyarakat Kabupaten Ciamis merasa puas dengan suguhan dan layanan Bapak kepada publik, bagaimana juga?”.

Sekda: “Semua terpulang kepada yang menilai, hanya untuk pembangunan di Ciamis, sektor pariwisata, seperti Karang Kamulyan, Situ Panjalu, dan Kawasan Kuliner di Cihaurbeuti perlu mendapat perhatian pasca DOB Pangandaran, termasuk juga agropolitan di Ciamis Utara”.

HR: “Soal penilaian masyarakat yang puas atas kerja Pemkab Ciamis dan Bapak juga disebut yang bisa mendatangkan Klub Persib uji tanding dengan PSGC beberapa waktu lalu, bagaimana tanggapan Bapak?”.

Sekda: “Ah itu kebetulan saja saya hobi sepak bola dan itu semua berhasil berkat kerja bersama (ujarnya merendah)”.

HR: “Terakhir Pak Sekda, apa motto Bapak dalam bekerja?”.

Sekda : “Digawe Bari Ulin, Ulin Bari Digawe, Ngan Pagawean ulah diulinkeun.” (ujarnya setengah berkelakar tapi syarat makna). ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply