Akibat SDM Kurang, Layanan tidak Maksimal

13/12/2012 0 Comments

(Soal Puskesmas Padaherang)

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Minimnya tenaga dokter dan sarana prasarana di Puskesmas Kec. Padaherang disinyalir menjadi penyebab kurang maksimalnya pelayanan terhadap pasien. Apalagi, tingkat kunjungan pasien di Puskesmas tersebut tergolong sangat tinggi.

Kondisi itu juga yang kemudian secara kebetulan menimpa Istri Anggota Dewan Iwan M. Ridwan yang hendak berobat. Pasalnya, beberapa waktu lalu dia (sang istri) merasa mendapat pelayanan kurang maksimal dari pihak Puskesmas ketika akan memeriksakan sakit giginya.

Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Kec. Padaherang, dr. Eka Supriatna, belum lama ini, mengatakan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, drg. Dendy Rahayu dan Kepala Bidang Yankes Dinas Kesehatan Ciamis, Dr. Rizaly, sesaat setelah ada keluhan dari istri seorang anggota Dewan tersebut.

“Kami bukan menolaknya, akan tetapi kami menyarankan agar pasien untuk datang lagi keesokan harinya. Saat itu, calon pasein datang sekitar pukul 10.00 WIB, sedangkan pendaftaran sudah ditutup sejak pukul 09.00 WIB,” ungkapnya.

Eka menjelaskan, penutupan pendaftaran calon pasien yang akan berobat di Psukesmas bukan tanpa alasan. Hal itu tidak lain karena daftar antrian pasien yang mengalami sakit gigi sudah penuh.

Bisa dipastikan, dengan jumlah antrian pasien tersebut, waktu pelayanan akan menjadi molor, atau bahkan melebihi batas pelayanan dokter gigi yang hanya sampai pukul 14.00 WIB. Soalnya, satu kali pelayanan terhadap pasien sakit gigi bisa mencapai 20 hingga 30 menit perorangnya.

Disamping itu, kata Eka, jumlah dokter gigi di Puskemas Padaherang hanya satu orang. Kondisi tesebut  tidak memungkinkan bagi Dokter untuk melakukan pelayanan pasien hingga lebih dari pukul 14.00 WIB.

“Kita Cuma punya satu orang Dokter Gigi dan satu asisten perawat. Sementara itu, jumlah kunjungan pasien di Puskesmas ini sangat tinggi, jadi solusinya jumlah Dokter harus ditambah,” ujarnya.

Eka juga menambahkan, pembatasan layanan Puskesmas Padaherang, khusunya untuk masalah pelayanan gigi, tidak bisa dikaitkan dengan soal Kesiagaan Puskesmas Padaherang yang siap melayani pasien 24 jam.

“Layanan 24 jam bagi pasien dilakukan khusus bagi unit gawat darurat. Contoh lainnya, kecamatan tidak bisa melayani pembuatan KTP 24 Jam, tetapi pelayanan tanggap bencana harus 24 Jam,” paparnya.

Pada edisi sebelumnya, Anggota DPRD Ciamis, Iwan Moch. Ridwan, SP.d, MP.d,  mengaku keheranan dengan pelayanan Puskemas Padaherang yang menolak seorang pasien yang tak lain adalah istrinya.

“Katanya Puskemas Padaherang siap melayani 24 Jam tapi kenapa istri saya daftar pukul 09.00 WIB kok ditolak,” katanya.

Iwan pun saat itu sontak menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, drg. Dendi Rahayu, untuk mengklarifikasi pelayanan tersebut. “Bukan apa-apa, istri seorang anggota dewan saja ditolak, bagaimana kalau rakyat biasa,” pungkasnya. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply