(Kecap Nomor 1 Gaya HR) Membaca dari Sisi Lain

06/12/2012 0 Comments

Oleh : AsepMulyana, MA

Tim Litbang HR

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9, Koran Mingguan Harapan Rakyat (HR) menggelar acara syukuran pada Sabtu, 1 Desember 2012. Acara yang digelar secara sederhana di kantor redaksi Harapan Rakyat itu dihadiri oleh segenap awak redaksi dan para pejabat muda di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, termasuk Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas).

Usai berdoa bersama untuk kontribusi HR yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi dan sosial di tiga daerah (Banjar, Ciamis, dan Pangandaran), acara beralih pada diskusi yang dikemas ringan tapi berbobot. Pemimpin Umum HR, Bachtiar Hamara, yang memimpin diskusi tersebut memberikan keleluasaan bagi semua audiens untuk mendiskusikan berbagai topik yang menjadi tantangan di tiga daerah tersebut.

Para audiens terdiri dari Kabag Humas Pemkab Ciamis, segenap awak redaksi HR, dan para pejabat muda setingkat eselon 3 dan 4 di tangga birokrasi Pemkot Banjar (yang tergabung dalam Skuad Secangkir Kopi Panas HR). Berbagai topik mengalir begitu saja, mulai dari tantangan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran, kiat Pemkab Ciamis dalam mengomunikasikan kebijakan dan program sosial kepada masyarakat melalui media, hingga tantangan birokrasi di Ciamis pasca pemekaran Kabupaten Pangandaran.

Di samping faktor luas wilayah Kabupaten Ciamis, lepasnya dua daerah (Banjar dan Pangandaran) dari Kabupaten Ciamis mudah dibaca sebagai bentuk ketidakpuasan warga di dua daerah ini atas hasil-hasil pembangunan yang tidak merata. Perkara ini mestinya menjadi perhatian Pemkab Ciamis agar hasil-hasil pembangunan bisa dinikmati oleh semua warga, termasuk warga yang tinggal di pinggiran.

Sebagai daerah yang memiliki keunggulan pada sektor pertanian, semestinya Pemkab Ciamis lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur fisik pertanian (jalan, jembatan, irigasi) di pedesaan. Hal ini penting bukan saja sebagai sarana mobilitas ekonomi dan sosial, tetapi juga urgent sebagai daya dukung sektor pertanian.

Namun perhatian pada isu ini masih menjadi pertanyaan banyak kalangan. Dalam diskusi HUT ke-9 HR, mencuat keluhan bahwa Pemkab Ciamis selama ini kurang memperhatikan pembangunan infrastruktur fisik, terutama di wilayah perbatasan yang jauh dari pusat kota. Seorang pemuda yang tinggal di perbatasan Langensari dan Lakbok mengungkapkan bahwa kondisi infrastruktur jalan yang buruk di daerah perbatasan mencuatkan keinginan warga Lakbok dan Purwadadi untuk bergabung dengan Pemkot Banjar.

Selain isu itu, ada banyak pembacaan dari sisi lain yang diungkapkan oleh Skuad Secangkir Kopi Panas yang sebetulnya pegawai di birokrasi Pemkot Banjar. Gagasan dan pemikiran mereka meluncur lugas melampaui sekat-sekat dan ewuh-pakewuh yang biasa dijumpai dalam kultur birokrasi kita. Dari forum ini dapat dijumpai kenyataan bahwa aparat birokrasi kita tak semuanya malas berpikir. Tujuan HR membentuk Skuad Secangkir Kopi Panas merupakan upaya untuk menggali pemikiran dan pembacaan dari para pejabat birokrasi muda yang selama ini tak mudah muncul karena masih lekatnya patrimonialisme dalam kultur birokrasi kita.

Dari diskusi sederhana dalam rangka HUT ke-9 HR terungkap bahwa kedepan Pemkab Ciamis seyogayanya lebih memprioritaskan pembangunan ekonomi dan sosial yang lebih visioner, komunikatif, partisipatif, implementatif, dan tepat sasaran. Pendirian Skuad Secangkir Kopi Panas di Kota Banjar sebetulnya bias jadi model bagi Pemkab Ciamis untuk menjaring tokoh-tokoh muda yang brilian di dalam birokrasi Pemkab Ciamis, sehingga skema kebijakan Pemkab Ciamis tak hanya mereepresentasikan kepentingan politik jangka pendek, tapi dilandasi oleh gagasan dan pembacaan dari sisi lain yang lebih visioner dari aparat birokrat muda. Selain itu, menjalin komunikasi yang baik dengan kalangan media dan mendorong partisipasi genuine warga menjadi suatu hal yang harus dilakukan secara simultan agar proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan di Pemkab Ciamis betul-betul tepat sasaran dalam memajukan kemakmuran dan kesejahteraan warga.

***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply