Pengeboran di Tambaksari Keluarkan Gas Beracun

21/12/2012 0 Comments

Lokasi pengeboran di Tambaksari dipasang garis polisi karena diduga mengeluarkan gas beracun. Foto : Eli Suherli/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pengeboran yang dilakukan oleh PT Jasapatria Gunatama di Blok Cikuya Dusun Cibodas Desa Karangpaningal Kec. Tambaksari, Kabupaten Ciamis, dihentikan. Pasalnya, dari lubang tanah pengeboran tersebut keluar gas beracun, Senin (17/12).

Camat Tambaksari, Darmawan, ketika di hubungi HR via telepon selulernya, Selasa (18/12), membenarkan hal itu.  â€œBerdasarkan laporan warga, di lokasi pengeboran tersebut tercium bau menyengat seperti gas dan kondisinya panas. Bahkan ada yang menyebutkan gas tersebut bau belerang,” ungkapnya.

Demi keselamatan bersama, lanjut Darmawan, pihakanya langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat untuk dilakukan pengecekan di lokasi pengeboran tanah tersebut.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang dihimpun HR, areal pesawahan yang dilakukan pengeboran sudah diberi garis polisi, karena khawatir banyak warga yang melihat malah keracunan. Karena dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian bersama tim ahli dari perusahaan gas, bahwa gas yang keluar dari sumur bor tersebut berbahaya.

“Penelitian langsung dilakukan pihak Polsek Tambaksari dan juga pihak perusahaan dengan mengunakan tiga ekor ayam. Hasilnya, ternyata benar, ketika ayam tersebut didekatkan dengan lubang hasil pengeboran, tidak lama kemudian mati, sehingga jelas lubang yang dibor itu mengandung gas beracun dan tidak menutup kemungkinan berbahaya juga terhadap manusia,”terang Darmawan

Untuk itu, kata Darmawan, pihaknya menghimbau kepada warga sekitar agar tidak mendekati daerah yang telah dilakukan pengeboran yang kini mengeluarkan gas beracun. Karena sudah terbukti uap yang keluar berbahaya bagi keselamatan jiwa.

Rencananya, lanjut Darmawan, sesuai dengan perencanaan pengeboran dilakukan sedalam 50 meter, akan tetapi baru saja 15 meter ada bau gas yang keluar dari tanah, sehingga pengeboran dihentikan demi keselamatan bersama.

“Kini kejadian tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian, sehingga masyarakat diharapkan berhati- hati dengan gas tersebut,”himbaunya.

Sementara itu, Kabid Geologi Dinas Binamarga, SDA dan ESDM Kabupaten Ciamis, Ir. Yogi Galva, mengatakan,  pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan terkait adanya gas yang keluar dari hasil pengeboran yang dilakukan PT Jasa Patria Gunatama untuk penelitian struktur tanah di bendungan Matenggeng.

“Kita akan segera turun ke lokasi pengeboran untuk memastikan kejadian tersebut, sehingga bisa segera diteliti terkait penyebab munculnya gas menyengat tersebut. Karena jika benar gas beracun itu ada dan keluar, tentunya pengamanan terhadap masyarakat sekitar harus dilakukan,”pungkasnya. (es)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply