Tanggul Cibodas Jebol, Satu RW Terancam Banjir

21/12/2012 0 Comments

Nono Sutanda, Ketua RW.04, Ling. Jelat, Kel/Kec. Pataruman, menunjukkan bagian tanggul Cibodas yang jebol pada Sabtu (15/12) lalu. Foto : Hendra Irawan/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com).- Jebolnya tanggul Cibodas di Lingkungan Jelat, Kel/Kec. Pataruman, Kota Banjar yang terjadi hari Sabtu (15/12), sekitar pukul 18.00 WIB, menimbulkan keresahan dan kekhawatiran bagi warga sekitar.

Pasalnya, saat debit air Sungai Citanduy dan Cibodas meluap, maka sudah dapat dipastikan rumah warga yang tinggal di RW.04 akan terendam. Hal itu dikatakan Nono Sutanda, Ketua RW. 04, Ling. Jelat, Kel. Pataruman, kepada HR, Selasa (18/12).

Menurut dia, sebelum tanggul jebol, pihaknya sudah memberitahukan kepada kelurahan mengenai ciri-ciri tanggul akan jebol. Namun, dari pihak kelurahan sendiri belum ada tembusan lagi mengenai kapan dilakukan perbaikkan.

“Masyarakat sudah memberitahu pihak kelurahan sekitar enam bulan lalu. Saya sendiri sering ngobrol sama Lurah mengenai ciri-ciri tanggul ini akan jebol, seperti keadaan tanah mondoyot atau lebih rendah. Terus, orang yang sedang mancing juga sering lapor ke saya, katanya mendengar jatuhan tanah di bawah gorong-gorong,” ujarnya.

Kecurigaan warga pun akhirnya terbukti. Selepas magrib tanggul Cibodas mengalami jebol dengan diameter sekitar 1,5 meter. Bahkan, saking keras suara dan getarannya dapat dirasakan oleh semua warga yang tinggal di RW tersebut.

Nono mengatakan, seiring dengan jebolnya tanggul, debit air antara Sungai Citanduy dan Cibodas sempat meluap hingga ke atas, namun tidak sampai terjadi banjir. Meski begitu, warga sekitar tetap waspada.

“Atas kejadian itu kami berharap adanya perhatian dari pihak yang berwenang. Sebab, secara tidak langsung jebolnya tanggul Cibodas sangat dikhawatirkan oleh semua warga, apalagi sekarang musim hujan. Ketika curah hujan besar, warga merasa resah dan tidak tenang takut banjir datang secara tiba-tiba. Pokoknya saya meminta ada perhatian dari pihak pemerintah atau dinas yang bersangkutan. Masalah ini jangan dianggap remeh, jangan nunggu dulu ada korban baru bertindak,” ujar Nono.

Di tempat terpisah, Lurah Pataruman, Mamat Rahmat, STP., membenarkan masalah tersebut. Dia mengaku, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada instansi yang berwenang, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWSC).

“Pada waktu itu saya sempat meninjau ke lokasi kejadian, serta menampung keluhan dan harapan dari warga sekitar. Namun, karena tempat kejadiannya berada pada domain pihak BBWSC, maka setelah berunding dengan Dinas PU, pada hari Senin kemarin (17/12-Red) kami melayangkan surat pemberitahuan kepada BBWSC. Saya juga merasa khawatir, pasalnya sekarang musim hujan, takutnya warga saya kebanjiran. Makanya kami meminta secepatnya BBWSC melakukan perbaikkan,” kata Mamat. (HND)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply