(Terbentuknya Kabupaten Pangandaran) Tidak Boleh Euforia & PDIP Tidak Egois

06/12/2012 0 Comments

[Wawancara Ketua DPC PDIP Kab. Ciamis, Jeje Wiradinata]

Jeje Wiradinata

Deni Supendi (Redaktur Pelaksana) dan Eli Suherli (wartawan), berhasil melakukan wawancara dengan Ketua DPC PDIP Kab. Ciamis, Jeje Wiradinata, Kamis (30/11), di lobi Hotel Priangan Ciamis. Keduanya mendapat tugas dari Redaksi untuk menanyakan tentang peranan PDI P sebagai partai besar di wilayah Pangandaran.

Berikut Petikan wawancara HR dengan Jeje;

HR : Pangandaran sudah berhasil menjadi DOB (Daerah Otonomi Baru). Untuk memperkuat Pemerintahan Kab. Pangandaran, dalam hal ini peranan Partai Politik akan sangat menentukan. Sebagai Ketua DPC PDI P dan partai pemenang Pileg 2009, apa yang akan anda kerjakan untuk Pangandaran?

Jeje : Sebelumnya, saya ucapkan dulu selamat ya atas terbentuknya DOB Pangandaran. DOB ini sebuah harapan baru, satu kesempatan baru, satu peradaban baru, satu kesejahteraan baru bagi masyarakat selatan. Ini tentunya sebuah peluang yang sudah ada di depan mata. Dan Saya kira hal ini harus disikapi dengan arif, dan bijaksana.

Semua komponen harus bekerja sungguh-sungguh dengan tugas dan kewenangannya, untuk mensuport bagaimana agar tujuan dari pemekaran Pangandaran ini tercapai. Kita berharap pemerintahan nanti yang terbentuk, bisa menangkap nilai-nilai itu.

Tentu demikian juga sebagai Ketua PDI P, (partai terbesar di Kab. Pangandaran), melihat potensi kader partai yang ada di selatan, saya mengajak mereka untuk memahami hal yang paling prinsip, hal yang paling mendasar dari sebuah peradaban baru pemekaran, dari sebuah peluang kesejahteraan baru.

Ya agar kader ini paham, walaupun saya yakin mereka sudah paham hakikat pemekaran. Tapi tentu sudah jadi kewajiban saya untuk mempertajam kembali tentang aspek yang paling prinsip dari peradaban yang akan terjadi, kesejahteraan yang akan terjadi. Untuk itu, kita instruksikan agar para kader tambah paham, tambah terjiwai, dan semua mempersiapkan kearah itu.

Terkait pengisian pemerintah, baik itu lembaga dewan atau yang lain, tentu melalui proses politik. Saya kira perlu juga dipahami oleh kader partai, bahwa ada satu tanggungjawab yang besar, karena sebagai partai besar, partai yang cukup diperhitungkan, oleh karena itu tentu disamping pemahaman perlu kedisiplinan kader partai untuk punya semangat baru, tidak boleh terlena, tidak boleh euphoria, tidak boleh macem-macem.

Di depan kita ada satu tanggungjawab yang besar, sehingga nanti anggota dewan yang terpilih dari PDI P, harus yang berkualitas tentunya, dalam artian memahami aspek yang paling prinsip dari sebuah pemekaran, atau mereka harus memiliki pemahaman yang komprehensif.

Pilkada masih lama, tetapi tentu ini sudah harus menjadi satu kondisi yang dengan sendirinya, PDIP sebagai partai besar tentu ada kewajiban politik yang melekat. Kita akan mencari format, karena dalam politik yang baik, partai harus bisa menghasilkan kader yang baik, mampu dan siap memegang amanah itu.

Lebih dari segala itu, kader partai harus bisa melepaskan baju kepentingan partai, bersama-sama bergandengan tangan dengan komponen lain mengajak masyarakat untuk berjuang mensukseskan pemekaran.

PDIP juga tidak boleh bersikap egois, tidak boleh kepentingan PDIP menempel disana, apalagi proses transisi ini cukup panjang, tiga tahun. Saya kira itu harus diletakkan dalam kontek kepentingan masyarakat, karena hakikatnya partai merupakan wadah pendidikan politik masyarakat.

Tentu menjadi kewajiban PDIP juga untuk mengajak semua kalangan/ komponen, secara bersama-sama membangun Pangandaran. Karena hanya dengan kebersamaan itu pembangunan akan berjalan dengan baik.

Ini harapan tetapi juga ini tantangan. Karena didepan kita adalah sebuah hamparan, sebuah wilayah, yang menyimpan potensi, akan tetapi belum tergali dengan optimal. Daerah baru yang mau mekar, daerah baru kalau dari awal salah, maka kesananya juga salah. Artinya, ada kondisi-kondisi yang harus diperhatikan. Dan ini yang kita lakukan dengan teman-teman.

HR : Pastinya, anda mengetahui bagimana peta politik di wilayah Kab. Pangandaran. Bisakah anda jelaskan kondisi lebih detilnya?

Jeje : Dalam kontek kekuatan politik, saya kira memang sejak lama basis kita ini, selalu bersaing/ bertarung dengan Partai Golkar, kadang kita menang, kadang Golkar menang, karena memang wilayah selatan merupakan basis kekuatan nasionalis. Partai yang lain ada, tapi tidak terlalu besar di Pangandaran. Perubahan petanya tidak terlalu gradual, atau tidak terlalu berpengaruh besar.

HR : Apakah anda punya rencana untuk ikut berlaga dalam Pilkada Pangandaran nanti? Kemudian, proram apa yang akan anda jual kepada masyarakat ketika menjadi Bupati Pangandaran?

Jeje : Soal itu saya susah menjawabnya. Saya kira hari ini saya adalah Ketua DPC PDIP Ciamis. Tugas dan kewajiban saya adalah dalam lingkup pimpinan cabang wilayah Kab. Ciamis, saya berkewajiban untuk menata partai yang diantaranya meliputi pemenangan partai dalam Pilkada Kab. Ciamis, pemenangan Pileg Ciamis, dan terpenting lagi yaitu berbuat yang terbaik untuk Ciamis.

Memang bagaimanapun juga saya tetap putra Pangandaran. Saya kira ya wait and see (tunggu dan lihat) aja, atau kita lihat dinamikanya saja dulu. Saya juga sudah melihat, menyimak, menganalisa berbagai kemungkinan-kemungkinan itu.

Yang paling prinsip bagi saya adalah bukan tentang siapa yang akan menjadi bupatinya, tapi yang penting adalah bagaimana bupati ini mampu menjawab aspek yang paling prinsip dari sebuah peradaban baru di DOB.

Sebetulnya bagi PDIP ya tentu ada harapan itu, tapi bukan menjadi persoalan yang utama, melainkan bagaimana proses demokrasi bisa berjalan dengan baik, agar menghasilkan kepemimpinan yang baik.

HR : Anda merupakan putra daerah Pangandaran. Bagaimana melihat aspek sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Pangandaran saat ini?

Jeje : Sekarang ini masyarakat melihat ada sebuah harapan dalam DOB Pangandaran, bahwa besok saya ke pusat pemerintahan menjadi dekat, besok saya menyampaikan berbagai persoalan menjadi lebih dekat, besok kalau sakit pelayanan kesehatan jadi lebih mudah.

Masyarakat melihat hal itu sebuah peluang baru bagi mereka. Jadi ada sebuah hal yang luar biasa dari hal ini, ada satu pengharapan dari mereka. Untuk itu, pemerintah harus ikut bagian dari pembuatan regulasi agar potensi yang ada di selatan bisa tergali dan bisa mensejahterakan masyarakatnya.

HR : Kemudian sebagai Ketua HNSI, apa saja program yang sudah anda lakukan untuk mensejahterakan para nelayan?

Jeje : Jangan dikira sektor dari tangkapan laut sangat berpotensi besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Penghasilan dari laut ini bisa mencapai angka milyaran dalam setahun. Untuk menunjang hal itu, saat ini nelayan menjalankan perkoperasian.

Koperasi yang dijalankan oleh nelayan sangat terbuka atau transparan. Jadi, yang selama ini membantu menghidupkan kehidupan para nelayan adalah koperasi. Peranananya bagi nelayan sangat besar, karena darisana mereka bisa menyisihkan uang untuk masa depan anak cucu.           

Sebenarnya di laut selatan itu tidak ada istilah tidak mendapatkan hasil tangkapan, yang ada hanya musiman, musim udang, musim ikan, dll. Jadi, sepanjang tahun nelayan selalu bisa mendapatkan hasil dari melaut.

HR : Kita ketahui bersama, bahwa Kab. Pangandaran akan menjadi Kabupaten Pariwisata. Kira-kira kiat apa yang akan anda persiapkan untuk menghadapinya?

Jeje : Kalau sekarang potensinya itu pariwisata, maka pariwisata itu adalah yang menjadi dasar perubahan paradigma baru. Bagaimana menata kawasan yang ada saat ini. Bagiaman menciptakan Pangandaran menjadi tujuan wisata internasional.

Ada tiga persoalan yang harus menjadi perhatian dalam menata Pangandaran. Yang pertama Pangandaran itu terlalu jauh dari pusat pemerintahan, dari Jakarta sekitar 12 jam, dari Bandung sekitar 8 jam. Untuk itu, Bandara Nusawiru harus bisa diperbaiki dan menjadi bandara internasional, sehingga untuk mencapai ke Pangandaran bisa lebih cepat, lebih murah.

Kedua adalah penataan kawasan, harus ada suatu sinergitas antara komponen-komponen yang ada yang satu sama lain menguatkan,dalam rangka mendorong terciptanya status kawasan pariwisata yang tertata dengan baik. Dimana penempatan nelayan, dimana kaki lima yang tidak mematikan usaha mereka, dimana hotel, dimana ruang terbuka hijau, dimana rumah penduduk.

Ketiga memperluas kawasan, Pangandaran selama ini terkonsentrasi di wilayah Pangandaran saja. Jadi harus dibuat satu lintasan lintas pantai mulai Pangandaran sampai Bandara Nusawiru. Hal itu untuk memperluas kawasan dan memperdekat jarak tempuh.***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!