(Fasilitas Penerangan Minim) Lapang Doboku atau Lapang Kemesraan?

25/01/2013 0 Comments

Banjar, (harapanrakyat.com).- Akibat minimnya fasilitas penerangan, lapang Doboku yang lokasinya di belakang bangunan kantor Dinas PU, pada malam hari sering dijadikan tempat mojok oleh pasangan muda-mudi.

Biasanya, mereka yang datang ke lokasi itu menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil. Hal itu dikatakan Eno, salah seorang warga yang sering melihat kendaraan masuk ke arah lapang, lalu hilang dikegelapan.

“Secara logika, ada kendaraan, baik motor maupun mobil, masuk ke tempat yang gelap, kemudian dalam jangka waktu cukup lama, tentu hal itu membuat curiga. Makanya saya sering memeriksanya,” tuturnya, kepada HR, Senin (21/1).

Bahkan, lanjut Eno, pernah suatu waktu dirinya dan para pemuda setempat sengaja ngintip aktifitas mereka. Ternyata kecurigaan warga benar, mereka melihat ada satu pasangan yang sedang gituan (tindakan asusila.red).

“Sejak kejadian itu, kalau terlihat ada kendaraan menuju ke lapang malam-malam, apalagi mereka berpasangan, maka warga langsung menyuruhnya pergi,” kata Eno.

Selain Eno maupun warga setempat lainnya, seorang pegawai di salah satu instansi yang kantornya berada di sekitar lapang, juga mengaku sering memergoki pasangan muda-mudi bermesraan ditempat gelap.

Menurut pegawai yang namanya enggan dikorankan, Lapang Doboku paling ramai didatangi anak-anak muda saat malam Minggu. Biasanya mereka akan berdatangan sekitar pukul 9 malam.

“ Saya sering melihatnya ketika bagian piket malam. Setelah diperhatikan ternyata gerak-geriknya mencurigakan, untuk mengusir mereka biasanya menyoroti dengan lampu senter,” ujar pegawai tersebut.

Di tempat terpisah, Kasie. Pemerintahan Kelurahan Pataruman, Dede Suryana Marwi, SIP., mengatakan, secara wilayah lokasi Lapang Doboku masuk ke wilayah Kelurahan Pataruman. Tetapi kalau dilihat keberadaan tempatnya lapang itu milik BBWS Citanduy.

Meski begitu, pihak kelurahan tetap melakukan patroli karena banyak laporan dari warga sekitar tentang adanya aktifitas tersebut. Namun, Dede sendiri mengaku belum pernah memergoki muda-mudi yang sedang mojok.

“Saya sendiri kalau kebetulan bagian piket di kelurahan, sengaja berkeliling ke daerah Doboku untuk memastikan berita yang memang sudah lama beredar itu. Tapi selama berpatroli malah tidak pernah memergoki sama sekali pasangan yang sedang berduaan,” ujarnya.

Menurut Dede, sejak Kantor Dinas Capilduk pindah ke sekitar Doboku, kondisi lapang yang sebelumnya saat malam hari terlihat sangat gelap akibat tidak ada fasilitas lampu penerangan, sekarang menjadi sedikit teratasi.

Namun, meski ada sedikit pencahayaan, bagi mereka yang membandel tetap saja hal itu tidak jadi halangan untuk mengurungkan niatnya mojok di kawasan Lapang Doboku. (HND)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply