Jembatan Cijolang II Jalur Alternatif Perekonomian Baru

25/01/2013 0 Comments

Masyarakat Purwaharja & Panulisan berharap jembatan segera rampung

Masyarakat berharap, pembangunan Jembatan Cijolang II yang akan menghubungkan Kota Banjar, Prov. Jawa Barat dengan Kabupaten Cilacap, Prov. Jawa Tengah, dapat segera dirampungkan. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Masyarakat berharap, pengerjaan pembangunan Jembatan Cijolang II yang akan menghubungkan antara Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat, dengan Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, dapat segera dirampungkan.

Pasalnya, jembatan yang lokasinya berada di Desa/Kec. Purwaharja, Kota Banjar, dan Desa Panulisan Barat, Kec. Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, bisa mempersingkat waktu dan jarak tempuh antara kedua wilayah tersebut hingga delapan kilometer.

Sedangkan secara umum, keberadaan Jembatan Cijolang dapat menjadi jalur alternatif antara kedua provinsi tersebut. Misalnya mulai dari Purwaharja (Banjar) – Panulisan (Cilacap) – Rancah (Ciamis) terus menuju ke Kabupaten Kuningan.

Menurut Karsim, warga RT 39/18, Dusun Siluman Baru, Desa/Kec. Purwaharja, Kota Banjar,  mengatakan, selain mempersingkat waktu tempuh, keberadaan Jembatan Cijolang II juga diharapkan kedepannya akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya bagi warga sekitar.

“Adanya jalur alternative maka kampung ini akan banyak dilalui kendaraan dari luar daerah, seperti halnya jembatan penghubung di Langensari. Meningkatnya keramaian kelak, berdampak pada perekonomian warga. Untuk itu, sejak awal warga tidak mempersulit saat pemerintah melakukan pembebasan lahan,” kata Karsim, salah seorang warga yang tanahnya terkena pembebasan, ketika ditemui HR, Minggu (20/13).

Harga pembelian tanah yang diberikan pemerintah sesuai dengan harga pasaran, yakni untuk lahan kebun dibeli Rp.200 ribu per bata, sedangkan lahan berupa sawah dibeli Rp.700 ribu per-bata.

Pendapat serupa dikatakan Ujang Paryaman dan Eti, warga lainnya. Menurut mereka, memang sebelumnya masyarakat menawarkan harga sebesar Rp.1,2 juta per-bata untuk lahan sawah.

“Sawah yang terkena pembebasan letaknya berada di pinggir jalan.Tadinya kami berharap kalau ditawarkan segitu, maka jatuh harganya bisa satu juta rupiah per-bata. Tetapi sebetulnya harga pasaran tujuh ratus ribu rupiah, jadi ya sudah cocok lah pemerintah memberikan segitu. Karena, kami berfikirnya untuk kemajuan daerah, dampak kedepannya dari pembangunan jembatan tersebut,” tutur Ujang.

Bahkan menurut Eti, meski Jembatan Cijolang II masih dalam tahap pembangunan, namun harga tanah darat maupun sawah di daerahnya kini sudah mulai merangkak naik. Tapi dia tidak menyebutkan berapa kisaran kenaikkannya.

“Yang jelas harga tanah di sini mulai naik sejak awal pembangunan jembatan. Kalau jembatannya sudah bisa digunakan, harga tanah akan mengalami kenaikkan lagi seiring dengan meningkatnya keramaian. Dan tentunya didukung dengan kualitas jalannya,” ujar Eti.

Di lain tempat, harapan serupa juga diungkapkan masyarakat di Desa Panulisan Barat, Kec. Dayeuhluhur, Kab. Cilacap. Mereka mengaku, dengan dibangunnya jembatan tersebut sudah dipastikan geliat roda perekonomian di daerahnya akan mengalami peningkatan.

Seperti dikatakan Warjono, salah seorang warga. Menurutnya, selama ini masyarakat Desa Panulisan Barat yang akan melakukan aktifitasnya ke Kota Banjar harus memutar jalan melewati Warung Batok.

“Rata-rata pedagang di daerah sini membeli kebutuhan barang dagangannya dari Pasar Banjar, sebab di Pasar Wanareja tidak sekumplit di Pasar Banjar. Sedangkan, kalau belanjanya ke Pasar Cilacap terlalu jauh. Makanya Jembatan Cijolang II akan menjadi jalur alternative menuju Kota Banjar, karena lebih dekat jarak tempuhnya, tidak harus memutar dulu ke Warung Batok,” kata Warjono.

Hal senada dikatakan Ponirah, warga Desa Panulisan Barat yang sering melakukan aktifitas ekonomi ke Kota Banjar. Setiap satu minggu sekali dia berbelanja pakaian untuk kebutuhan dagangannya.

“Saya jualan pakaian tapi bayarnya kredit. Ngambil barangnya dari Pasar Banjar, sudah punya pedagang langganan di sana, jadi sudah biasa bolak-balik ke Banjar. Kalau jembatan penghubung Panulisan Barat dengan Purwaharja selesai, bisa lebih dekat lagi jarak tempuh. Mudah-mudahan pembangunannya cepat beres, karena warga sangat membutuhkan,” kata Ponirah, saat dijumpai HR di warung kopi yang ada di Dusun Mulyasari, Desa Panulisan Barat. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!