Pekerjaan Ruang Publik Lokasana Molor

17/01/2013 0 Comments

Pihak Ketiga dikenai Denda Rp 3,5 juta perhari

Pekerjaan pembangunan area ruang publik, gelar karya kreativitas seni dan budaya yang berlokasi di lapangan lokasana molor akibat curah hujan tinggi. Padahal pekerjaan tersebut seharusnya rampung pada Bulan Desember tahun 2012. Foto : Eli Suherli/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pekerjaan pembangunan area ruang publik, gelar karya kreativitas seni dan budaya yang berlokasi di lapangan lokasana belum rampung. Padahal, sesuai dengan nota kontrak, pekerjaan pembangunan ruang publik tersebut sejatinya rampung pada Bulan Desember tahun 2012.

Maulana Sidik, Tokoh Pemuda Kab Ciamis, Sabtu (12/1), mengatakan, pihak ketiga seharusnya sudah merampungkan pekerjaan pembangunan ruang publik itu sejak Desember lalu. Dia menyangkan, hingga saat ini pekerjaan tersebut belum juga diselesaikan.

Sidik menuturkan, seharusnya keberadaan ruang publik tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat. Sayangnya, akibat pekerjaan yang molor tersebut, masyarakat terpaksa belum bisa memanfaatkannya.

Lebih lanjut, Sidik menjelaskan, lapangan lokasana yang disulap menjadi ruang publik itu diperuntukkan bagi kawasan alternatif masayarakt, mulai olahraga, rekreasi, pagelaran seni, musik dan kegiatan sosial lainnya.

Soalnya, selama ini untuk kegiatan sosial dan rekreasi alternatif, masyarakat Ciamis masih banyak terfokus di kawasan taman reflesia alun-alun Ciamis. Termasuk untuk sejumlah event kegiatan kepemudaan, seperti musik dan lainnya.

Di tempat terpisah, Pelaksana Pekerjaan dari CV. Karuniaguna Intisemesta, Beni, Minggu (13/1), mengakui pekerjaan ruang publik tersebut molor. Bahkan, pihaknya sudah dikenai sanksi denda atas hal itu.

Beni menuturkan, terundanya penyelesaian pekerjaan tersebut diakibatkan faktor cuaca atau tingginya curah hujan selama beberapa pekan ini. Tidak hanya itu, pihaknya juga kesulitan soal tenaga pekerja proyek.

“Kegiatan pembangunan di Ciamis cukup banyak, sehingga pihak perusahaan harus berebut tenaga proyek dengan perusahaan lain,” ungkapnya.

Beni menjelaskan, pekerjaan pembangunan di kawasan lapang lokasana itu, pihaknya mendapatkan denda dalam penyelesaian pekerjaan tersebut sebesar Rp. 3,5 juta perhari. Pihaknya juga mendapat adendum/ penambahan waktu sampai tanggal 20 Januari.

Dia menambahkan, pekerjaan pembangunan tersebut menyisakan 2,5 persen pekerjaan. Dia berharap, akhir pekan ini pekerjaan tersebut sudah bisa dirampungkan. (es)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply