(Penataan Lahan di Bawah Fly Over Pintusinga) Warga Pertanyakan Pembangunan Taman Depan Polsek Banjar

31/01/2013 0 Comments
Tanaman liar tampak tumbuh subur memenuhi bagian bawah fly over Pintusinga. Kondisi seperti itu cukup menganggu pemandangan di lokasi tersebut. Foto : Eva Latifah/HR.

Tanaman liar tampak tumbuh subur memenuhi bagian bawah fly over Pintusinga. Kondisi seperti itu cukup menganggu pemandangan di lokasi tersebut. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Keberadaan tanaman liar yang tumbuh subur memenuhi bagian bawah fly over Pintusinga, tepatnya depan Kantor Polsekta Banjar, dianggap cukup  mengganggu pemandangan dan diduga menjadi sarang ular.

Sebelumnya lahan itu akan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) oleh pemerintah kota melalui dinas terkait, dimana rencana pembangunannya bersamaan dengan pembuatan taman di depan SMA Negeri 1 Banjar.

Namun hingga saat ini belum juga dibenahi, padahal masyarakat, khususnya warga sekitar, berharap lahan bisa dijadikan taman seperti di depan SMA Negeri 1 Banjar. Sehingga, pada malam hari kesannya tidak menyeramkan lagi.

Menurut Kurniasih, salah seorang warga, mengatakan, jika lahan di bawah fly over Pintusinga dijadikan taman, maka keramaian di kawasan itu akan lebih merata, tidak hanya terfokus di sekitar jalan perempatan SMA.

“Masyarakat bisa memanfaatkannya. Misal untuk menarik keramaian yaitu dengan cara berdagang, tapi hanya waktu malam saja, sehingga keadaannya tidak terlihat menyeramkan seperti sekarang. Kalau malam mau lewat depan Polsek terkadang agak takut,” tuturnya, kepada HR, Minggu (27/1).

Rimbunnya tanaman liar dikhawatirkan menjadi tempat bersarang binatang berbahaya seperti ular. Pasalnya, rumah warga sekitar pernah kemasukkan seekor ular sanca sebesar lengan orang dewasa. “Kemungkinan ular berasal dari sekitar lokasi rimbun itu,” kata Kurniasih.

Sementara itu Dede, warga Perum Balokang, mengaku, saat melintas di jalan tersebut, roda depan sepeda motornya hampir menggilas seekor ular yang datang dari sekitar rimbunan tumbuhan liar di bawah fly over.

“Saat melintas malam hari, jadi kurang jelas jenis ularnya apa. Tapi munculnya dari arah lahan rimbun itu. Coba kalau lahan dimanfaatkan, misalnya ditata dengan cara dijadikan taman, pasti akan kelihatan indah,” ujarnya.

Dede juga merasa yakin, kalau lahan dijadikan taman, kecil kemungkinan disalahgunakan keberadannya. Misalkan dipakai tempat mojok atau hal negatif lain, sebab lokasi berada tepat di depan Kantor Polisi.

Pembangunan Taman Bisa Masuk Program RTH

Di tempat terpisah, Kabid. Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Cipta Karya Kota Banjar, Asno Sutarno, SP, MP., mengatakan, mengenai pembuatan taman/RTH di lahan kosong depan Kantor Polsekta Banjar, bisa saja dilakukan.

“Bisa saja kita rencanakan kedepan, tujuannya supaya ada keseimbangan antara bagian kanan dan kiri jalan fly over. Nanti masuknya ke program RTH, jenis tanaman yang ditanam bisa rumput negeri, tanaman peneduh atau tanaman perdu. Cuma yang saya tahu dalam anggaran tahun kemarin ketika Bidang Pertamanan masih terpisah dengan Bidang Kebersihan, di programnya hanya ada untuk pembuatan taman depan SMA Negeri 1. Dan waktu itu saya masih di Bidang Kebersihan,” paparnya.

Kemudian, sekarang setelah Bidang Pertamanan disatukan dengan Kebersihan, maka pihaknya punya kewajiban penuh memelihara semua taman/RTH yang ada di infrastruktur perkotaan.

Tetapi, melihat kondisi sekarang musim penghujan maka program dikhususkan untuk pemeliharaan tanaman peneduh, yakni melakukan pemangkasan bagian pohon yang mempunyai pertumbuhan cepat. Dikhawatirkan bila tidak dipangkas dapat mengganggu pengguna jalan, terlebih saat ini sering terjadi hujan disertai angin kencang.

“Pohon-pohon yang dipangkas merupakan pohon jenis angsana. Pertumbuhan pohon ini cepat, jadi ketika ada penilaian Adipura nanti pohon sudah rindang lagi,” kata Asno. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!