Perbaikan Jalur Sindanggalih-Rancabulus Kembali Dipertanyakan

25/01/2013 Berita Banjar
Perbaikan Jalur Sindanggalih-Rancabulus Kembali Dipertanyakan

Jalan utama desa yang menghubungkan Sindanggalih dan Rancabulus rusak parah. Tampak lobang menganga di bagian tengah jalan sehingga mengganggu para pengguna jalan. Foto : Deni Supendi/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Warga Desa Rejasari kembali mempertanyakan program perbaikan Jalan utama Desa bagian tengah, yang menghubungkan Sindanggalih dan Rancabulus. Pasalnya, kondisi jalan tersebut sudah rusak dan berlubang.

Mayoritas warga khawatir, jika perbaikan jalan tidak segera dilakukan, lubang-lubang yang menganga di tengah jalan tersebut bisa memakan banyak korban. Tidak hanya itu, warga mendengar kabar, seharusnya perbaikan itu sudah dilakukan sejak tahun lalu.

Sanis, warga Sindaggalih, Senin (21/1), mengaku kerap merasa was-was saat melihat pengendara yang memacu laju kendaraan dari arah Sidangggalih-Rancabulus dengan kencang, ataupun sebaliknya.

“Apalagi, kondisi perempatan yang ada di wilayah terebut. Banyak batu-batu koral yang berserakan di jalan. Dan pernah beberapa kali menyebabkan kecelakaan parah,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ahmad, pengendara yang sering melewati jalan tersebut, juga mengaku sering mendapati pemuda dan warga setempat yang mengendarai kendaraan bermotor dengan laju kencang.

“Memang banyak yang ngebut disini. Soalnya jalan Sindanggalih-Rancabulus terbilang jalur lurus. Kadang lubang yang menganga di jalanan seolah tidak dihiraukan oleh pengendaranya,” katanya.

Ketua RW 6, Ade Muslimin, membenarkan kerusakan jalan itu. Dia mengatakan, program perbaikan jalan itu sudah berulang kali diajukan dalam Musrenbang, dengan menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD).

Ade juga menyayangkan, hingga saat ini, agenda perbaikan itu belum juga terealisasi. Dia juga berharap, Pemerintah Desa, dan Pemkot Banjar segera merumuskan anggaran untuk memperbaiki jalur utama Desa Rejasari tersebut. Dengan harapan, agar lubang-lubang jalan tidak lagi menjadi penyebab kecelakaan.

Tidak hanya itu, kata Ade, area sawah yang ada di wilayah itu mencapai lebih dari 10 hektar. Pada saat musim panen, lanjut dia, pendistribusian sedikit terhambat, lantaran akses jalan di blok sawah tersebut kondisinya sempit dan belum dibangun secara permanen.

Menurut Ade, seandainya perbaikan jalur pertanian terweut segera direalisasikan, distribusi hasil pertanian di area pesawahan Dusun Sindanggalih tidak lagi terhambat alias lancar.

Di tempat terpisah, Kades Rejasari, Nanang Sunarya, mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan memang menjadi prioritas pemerintah desa. Dia mengaku, pembangunan tersebut sudah diprogramkan sejak pemdes sebelumnya.

Nanang juga berharap, Pemkot Banjar segera membantu pihaknya untuk merealisasikan keinginan warga, memperbaiki jalur utama desa, yang menghubungkan Sindanggalih dan Rancabulus.

Selain itu, akses atau jalur pertanian sepanjang hampir dua kilometer di blok pesawahan Dusun Sindanggalih. Dan perbaikan tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian. (deni)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles