Petani Balokang Berharap Dibuatkan Saluran Tersier

31/01/2013 0 Comments

DPU Kota Banjar Masih Mengkaji Situasi Sumber Air

Banjar, (harapanrakyat.com),- Para petani sawah tadah hujan di Blok Cikole, Desa Balokang, Kecamatan/Kota Banjar, mengharapkan adanya bangunan saluran air/tersier di wilayahnya, seperti saluran air yang telah dibangun di areal pesawahan Desa Jajawar.

Kemon, salah seorang petani, ketika dijumpai HR, Sabtu (26/1), mengatakan, saluran tersebut nantinya untuk mengalirkan air dari Situ Leutik ke sawah di wilayah Desa Balokang. Pasalnya, jika pembagian air disalurkan secara benar, maka pada saat musim kemarau debit air Situ Leutik bisa sampai hingga ke Blok Pesawahan Cikole dan sekitarnya.

“Walaupun musim kemarau seperti kemarin-kemarin itu, sebetulnya air Situ Leutik cukup dipakai untuk mengairi sawah di Cikole maupun pesawahan yang ada di daerah Balokang lainnya, kalau sistim pembagian airnya dilakukan secara adil. Sekarang ini yang kami lihat pembangunan saluran baru sampai areal pesawahan Blok Pasung, Dusun Cijambu, Desa Jajawar,” tutur Kemon, petani yang mengaku memiliki sawah seluas 250 bata.

Menurut dia, agar air yang dialirkan dari Situ Leutik ke pesawahan di daerah Balokang cepat sampai, maka pembuatan saluran ke arah Cikole disambungkan dengan bangunan saluran air yang kini sudah ada di Dusun Cipasung, Desa Cibeureum.

Dengan begitu, pasokan air ke sawah petani Balokang tidak akan kurang. Sebab, kata Kemon, saat musim kemarau Dusun Cipasung tidak pernah kekurangan air. Dan, air tersebut bersumber dari Situ Leutik.

Sementara itu Suhaya, petani lainnya di Blok Pesawahan Balokang, mengatakan, jika dibuatkan saluran air, para petani di wilayah tersebut berharap minimal bisa panen dua kali dalam setiap tahunnya.

“Ya sudah seharusnya pesawahan di wilayah Balokang dibuatkan saluran air, dengan sumber pengairannya mengambil dari Situ Leutik tentunya,” ucap Suyaha berharap.

Dinas PU Masih Mengkaji Situasi Sumber Air

Di tempat terpisah, Kabid. Pengairan Dinas PU Kota Banjar, Agus Saripudin, ST, MM, MT., mengatakan, untuk sementara pembangunan saluran air dilakukan hanya sampai ke wilayah Desa Jajawar.

Memang dalam rencana sebelumnya, pembuatan saluran tersebut akan dilakukan hingga ke pesawahan di wilayah Desa Balokang. Namun, saat ini pihaknya masih melihat dulu situasi sumber airnya.

“Untuk masalah itu, kami masih lihat situasinya dulu, apakah penempatannya bisa maksimal atau tidak. Jangan sampai sudah dibangunkan saluran tapi ternyata fungsinya tidak maksimal, jadi nantinya malah dianggap buang-buang anggaran. Kalau nanti memungkinkan sumber airnya bagus, pasti akan kita lanjutkan pembangunannya,” kata Agus. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!