Petani Tadah Hujan Mulai Tanam Padi

10/01/2013 Berita Banjar
Petani Tadah Hujan Mulai Tanam Padi

Padi Varietas Umur Pendek Jadi Pilihan Petani

Dua orang petani di areal pesawahan Pintusinga, Kec. Banjar, tengah melakukan tanam padi. Para petani sawah tadah hujan di Kota Banjar mulai menanam padi secara serentak sejak Desember lalu. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Meski hujan sudah turun sejak bulan Oktober lalu, namun para petani sawah tadah hujan di Kota Banjar mulai melakukan tanam padi pada bulan Desember. Menurut mereka, saat ini kondisi air di sawah sudah mencukupi.

Suherlan (57), salah seorang petani sawah tadah hujan di wilayah Desa Jajawar, Kec. Banjar, mengatakan, curah hujan di bulan Oktober belum cukup mengairi areal sawah yang sebelumnya dilanda kekeringan akibat kemarau. Sehingga, saat itu petani belum dapat melakukan penanaman.

“Areal persawahan tadah hujan di Kota Banjar mulai siap dilakukan penanaman benih padi secara serempak pada bulan Desember. Sebenarnya awal turun hujan di bulan Oktober, petani sudah melakukan pengolahan tanah, tapi curah hujannya masih kecil dan sawah masih kekurangan air,” kata Suherlan, ketika ditemui HR, Sabtu (22/12).

Dirinya merasa yakin, guyuran hujan di Kota Banjar yang sudah terjadi hampir setiap hari sejak awal November, akan mampu memenuhi kebutuhan air sawah saat memasuki bulan Desember.

Suherlan mengatakan, petani yang mulai melakukan penanaman padi di bulan Desember ini, hanya untuk kawasan pertanian tadah hujan. Dia berharap, untuk kedepannya lahan sawah di wilayah Jajawar, dan sekitarnya sudah bisa mendapatkan pasokan air dari Situ Leutik ketika musim kemarau tiba.

“Pembangunan saluran sekarang sudah sampai ke areal pesawahan di wilayah sini. Tinggal bagaimana nanti sistem penyalurannya, supaya lahan di daerah ini bisa teraliri dari Situ Leutik. Jadi, setidaknya sawah tadah hujan mampu panen sebanyak dua kali dalam setahun,” harap Suherlan.

Di lain tempat, Tatang (46), salah seorang petani sawah tadah hujan di wilayah Pintusinga, Kel. Banjar, mengaku memilih jenis padi varietas umur pendek. Dia berharap memanen padi lebih cepat sehingga dapat meneruskan musim tanam berikutnya selagi musim hujan.

Beberapa varietas padi berumur pendek diantaranya Ciherang, IR 64, dan Cilamaya. Jenis padi tersebut dapat dipanen sekitar 3-4 bulan. Tatang sendiri telah selesai menyiapkan persemaian benih padi jenis Ciherang untuk ditanam pada bulan Desember ini.

“Padi Ciherang usianya sangat pendek dan dapat dipanen pada usia 80-96 hari setelah ditanam. Jika tidak disiasati seperti itu, saya khawatir nanti takut keburu musim kemarau datang,” kata Tatang. (Eva)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles