(Siswa-siswi SDN 1 Mekarjadi) Kapan Kami Dibangunkan Sekolah Baru?

17/01/2013 0 Comments

Heri Herdianto

Kecerian siswa-siswi kelas jauh yang satu induk dengan SDN 1 Mekarjadi ini tetap tampak, meski mereka harus belajar dengan kondisi kelas seadanya. Bahkan banyak diantaranya yang tidak senang dengan keadaan seperti itu.

Kecerian siswa-siswi kelas jauh SDN 1 Mekarjadi masih tetap tampak, meski mereka harus belajar dengan kondisi kelas seadanya. Foto : Heri/HR.

Berbagai pertanyaan sering terucap dari para siswa dan orang tua kepada pihak sekolah. Biasanya di satu kesempatan pembelajaran, siswa sering bertanya kepada gurunya, soal kapan sekolah baru akan dibangun.

Muldan, siswa kelas VI, yang bercita-cita ingin jadi tentara ini, mengungkapkan, dirinya senang belajar di kelas jauh SDN 1 Mekarjadi, meski keadaan ruangan kelas masih klas bagusnya dibandingkan dengan sekolah induk.

Nada Wandani, siswi kelas Vi, pindahan dari Batam, mengaku, ketika pertama masuk ke sekolah itu sangat terkejut dengan kondisi bangunan dan kelas. Fasilitas yang dimiliki Kelas Jauh SDN 1 Mekarjadi tidak sebagus dengan sekolahnya yang di Batam.

Sementara itu, siswa-siswi kelas 5, yang sedang belajar di balai kampung, berteriak kepada HR, dan mengatakan, “Pak kapan kami akan dibangunkan sekolah baru,” mereka bersahutan.

Ketika ditanya HR, Lutfi Padilah, siswa kelas V, berharap, agar Bupati Ciamis H. Engkon Komara segera mewujudkan keinginannya dan siswa lain untuk belajar di tempat yang lebih nyaman.

Inar Winarni, siswi kelas V, mengaku khawatir jika nanti sudah naik ke kelas VI, sementara fasilitas sekolah masih belum dilengkapi. Selama ini, dia mengaku belajar di sekolah tapi berasa belajar di gudang.

“Nanti kalau naik kelas enam, kami nggak punya kelas. Kami nggak mau pindah sekolah, kami hanya ingin dibangunkan sekolah baru,” katanya.

Kepala SDN 1 Mekarjadi, Dedi Supari B S.IP, mengaku prihatin melihat keadaan siswa-siswinya yang berada di kelas jauh. Menurutnya, selama ini para siswa masih menggunakan bangunan milik balai kampung dan madrasah untuk kegiatan belajar.

Dedi menguturakan, nilai akademik siswanya yang berada di kelas jauh tidak berbeda dengan sioswa yang ada di sekolah induk. Berbagai prestasi sudah ditorehkan oleh para siswa kelas jauh.

“Meski mereka belajar di tempat kurang nyaman, tapi mereka tetap semangat sekolah,” pungkasnya. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!