(Wawancara Rektor Unigal, Prof. Dr. H. Suherli, M.Pd) “Saya Ingin Berbuat Untuk Pangandaran”

10/01/2013 0 Comments

 

Prof. Dr. H. Suherli, M.Pd

 

Dicky Heryanto Adjid, Wartawan HR, Sabtu (5/1), berhasil melakukan wawancara dengan Rektor Universitas Galuh (Unigal), Prof. Dr. H. Suherli, M.Pd. Kedatangan Dicky dari HR tersebut, untuk meminta tanggapan soal DOB Pangandaran kepada Suherli, yang notabene Putra Asli Pangandaran.

Berikut petikan wawancara;

HR : Bagaimana Anda melihat Pangandaran saat ini?

Rektor : Saya sangat bergembira menyambut ketetapan pemerintah dan DPR soal DOB Pangandaran. Terus terang, wilayah Pangandaran selama ini termarjinalkan. Indikasinya adalah  aksesibilitas dari provinsi ke Pangandaran yang harus ditempuh dengan perjalanan darat sampai 8 jam, apalagi ke pusat.

Ini harus jadi pekerjaan rumah bersama. Aksesibilitas masyarakat Pangandaran harus dibuka lebar. Indikasi lain yang saya soroti adalah soal harga tanah di Pangandaran masih murah, sehingga pergerakan harganya melambat.

HR : Adakah sumbangsih pemikiran yang ingin anda berikan?

Rektor : (Sambil menghela nafas dalam-dalam) Saya ingin berbuat untuk Pangandaran. Makanya, kaitannya dengan Unigal, saat ini sudah ada perkuliahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Pertanian di sana. Bahkan, kami juga berencana membuka perkuliahan Fakultas Ekonomi. Kedepannya, saya berharap ada Perguruan Tinggi yang lebih mandiri, dan tentu keberadaanya melalui mekanisme perizinan yang berlaku.

Saya juga pernah satu waktu membantu Bappeda Kabupaten Ciamis dalam penyusunan RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang). Pada kesempatan itu, saya mengusulkan akses jalan poros tengah dari Cigugur, Langkaplancar sampai Ciamis dibuka. Usulan itu untuk membuka akses ekonomi melalui pintu pembangunan infrastruktur jalan.

Hal lainnya, saya melihat rancang bangun penyusunan SOTK untuk DOB Pangandaran harus ramping dan simpel. Tujuannya agar pelayanan publik bagi masyarakat Pangandaran bisa dilakukan secara prima.

Kemudian, soal calon pemimpin (Bupati) Kabupaten Pangandaran, dia harus mempunyai kreativitas, mengingat potensi sumber daya alam (SDA) dan pariwisata yang dimiliki Pangandaran sangat tinggi.

Nanti, Kabupaten Pangandaran harus bisa bersaing secara sehat dengan Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis sendiri. Artinya, saat ini Pemkab dan DPRD Ciamis harus turut untuk membesarkan Pangandaran, jangan samapi setelah lepas (mekar) dibiarkan begitu saja.

HR : Di sektor pendidikan, apa yang perlu dibenahi?

Rektor : Hal pertama adalah pendataan SDM Guru, berapa jumlah guru dari tingkat TK hingga SMA. Hal Kedua adalah bagaimana cara melakukan pemberdayaan terhadap para guru tersebut. Ketiga adalah memperkuat program Wajar Dikdas 12 Tahun. Keempat, libatkan perangkat pemerintah setempat dari mulai RT, RW, kepala desa dan camat untuk mendukung program pendidikan.

Harus diingat, peningkatan sumber daya manusia (SDM) adalah kunci, seperti ketika bom atom meledak di Hiroshima dan Nagasaki, Kaisar Hirohito setelah siuman dari pingsan, menanyakan kepada para pembantu kekaisaran, berapa jumlah guru yang tersisa? Setelah para guru diberdayakan, lihat kemajuan Negara Jepang sangat pesat. Artinya sekali lagi peningkatan SDM menjadi kunci.

HR : Analisa Anda tentang percaturan politik pasca pemekaran?

Rektor : Dari sisi politik, nampaknya akan terjadi tarik-menarik antara pihak yang merasa berjasa mengantarkan Pangandaran menjadi DOB dengan pihak (Partai) yang berkuasa. Memang konstalasi keterwakilan politik masyarakat, pada saat pemilu sebelumnya, lebih banyak memilih partai besar seperti PDIP, sebagai basis politik Pak Jeje (Jeje Wiradinata-red),  kemudian Partai Golkar dan Demokrat.

Untuk itu, semua pihak harus duduk bersama untuk memikirkan bagaimana wajah Pangandaran 5 tahun kedepan, bahkan untuk 25 tahun mendatang. Jangan sampai terjebak euforia politik. Harus dicatat, tujuan DOB adalah untuk mensejahterakan masyarakat.

HR : Nanti, calon pemimpin (Bupati) Pangandaran harus seperti apa?

Rektor : Pertama dia harus jujur, mempunyai komitmen tinggi, amanah, dan berintegritas. Komitmen yang dibangun harus pada stakeholder (pemangku kepentingan–red) Kabupaten Pangandaran. Kedua kreatif. Dan ketiga inovatif.

Contohnya seperti, bagaimana cara mensejahterakan para nelayan. Kelembagaan ekonomi dan infrastrukturnya harus difasilitasi. Kemudian budidaya perikanan air payau hampir kurang tersentuh padahal itu aset ekonomi juga.

HR : Saran anda untuk menyelamatkan aset-aset negara yang dikuasai oleh swasta?

Rektor :  Harus ada negoisasi ulang antara pemerintah dan pihak-pihak yang terkait, seperti dengan Startrust atau pihak Pak Lufti Hamid. Ini penting, agar ada penyelesaian. Karena, aset-aset tersebut bisa diolah untuk meningkatkan income generating (mesin pendapatan masyarakat-red) yang pada akhirnya bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Harap dicatat, saat ini pertumbuhan ekonomi nasional sedang memuncak, artinya orang banyak yang ingin buang duit atau konsumsi. Pangandaran sebagai tujuan wisata internasioanal dan nasional, harus banyak bercermin dari Bali. Bagaimana di satu daerah di Bali, budidaya kopi dan coklat, pengolahannya, serta pengemasannya bisa dijadikan objek wisata bagi para turis lokal maupun mancanegara.

Artinya, potensi sumber daya alam pun bisa diolah jadi potensi wisata. Ini kan bisa menjadi mesin pendapatan masyarakat. Saya setuju kalau ada kawasan khusus untuk turis mancanegara, seperti Batu Karas. Saya pikir hal itu cocok dibangun di kawasan tersebut. Jadi, bagaimana devisa dari mancanegara bisa masuk ke Pangandaran.

HR : Punya cita-cita menjadi Bupati Pangandaran?

Rektor : (Tawanya tergelak) Saya belum berpikir ke arah sana. Namun saya siap men-support (mendukung-red) dari sisi pemikiran. Karena sebagai akademisi, ini adalah suatu panggilan. Apalagi kalau dikaitkan dengan Tridarma Perguruan Tinggi, dimana kampus harus melakukan pengabdian ke masyarkat.

Saya dan segenap civitas akademika akan siap membantu, terlepas nanti bagaimana dan siapapun yang menjadi Bupatinya. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!