Bangunan RM Puteri Galuh Terancam Ambruk

28/02/2013 0 Comments
Akibat tidak terawat, kondisi bangunan bekas rumah makan Putri Galuh di sekitar tugu perbatasan Jabar-Jateng, nyaris ambruk. Jika bangunan itu roboh, sudah pasti akan menimpa gedung SDN 1 Mekarharja yang ada di belakang bangunan tersebut. Foto : Adi Karyanto/HR.

Akibat tidak terawat, kondisi bangunan bekas rumah makan Putri Galuh di sekitar tugu perbatasan Jabar-Jateng, nyaris ambruk. Jika bangunan itu roboh, sudah pasti akan menimpa gedung SDN 1 Mekarharja yang ada di belakang bangunan tersebut. Foto : Adi Karyanto/HR.

Warga kesal & minta Pemkot Banjar segera bertindak

 Banjar, (harapanrakyat.com),- Akibat tidak terawat, kondisi bangunan bekas rumah makan Putri Galuh di sekitar tugu perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah, sangat membahayakan lingkungan sekitar. Pasalnya, bangunan tersebut sudah keropos dan rentan ambruk.

Bahkan, gedung SDN 1 Mekarharja yang letaknya berada di belakang bekas rumah makan tersebut juga ikut terancam. Sebab, jika bangunan itu roboh sudah pasti akan menimpa gedung sekolah.

Kepala SDN 1 Mekarharja, Tatang, mengaku, pihaknya sangat terganggu dengan keberadaan rumah makan yang kondisinya tidak terawat lagi. Selain rentan ambruk, bangunan tua tersebut sudah lama menjadi sarang kelelawar, dan menimbulkan polusi bau tak sedap dari kotoran kelelawar.

“Bangunannya sudah kumuh sehingga mengganggu keindahan lingkungan. Selain itu, akibat dari bau kotoran kelawar, kegiatan belajar mengajar anak-anak menjadi terganggu,” ujarnya, Selasa (26/2).

Sementara itu Ketua RW 09 Desa Mekarharja, Ijang Agus Mulyana, mengatakan, warga sebenarnya sudah tidak sabar ingin merubuhkan bangunan tersebut. Namun, emosi warga bisa diredam.

Ketidak sabaran warga dikarenakan pihak rumah makan Putri Galuh sampai saat ini belum juga membenahi, atau merenovasi bangunan. Sudah 10 tahun lebih bangunan reyot dibiarkan terbengkalai.

Padahal, segala cara sudah ditempuh oleh warga, baik secara prosedural maupun lisan. Bahkan beberapa kali pihak rumah makan Putri Galuh dihubungi lewat telepon dan surat secara resmi, namun tidak pernah ada merespon.

“Kami dari warga sudah pernah mengirim surat kepada pemilik rumah makan Putri Galuh maupun ke Walikota Banjar, akan tetapi sampai saat ini belum ada balasannya. Sehingga kami bingung harus bagaimana solusinya,” kata Ijang, kepada HR.

Menurut dia, bangunan itu sebenarnya bukan milik rumah makan Putri Galuh. “Dia hanya menyewa sekitar 60 tahun. Sementara pemilik tanah itu katanya dari Tasikmalaya. Sedangkan pemilik rumah makan Putri Galuh dari Bandung,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Ketua Karang Taruna Mekarharja, Ade. Menurut Ade, jika dibiarkan bangunan itu akan membahayakan keselamatan warga di sekitarnya, dan siswa SDN 1 Mekarharja. “Polusi dari bau kelelawar bisa sampai radius 200-300 meter,” ujarnya.

Ade juga mengatakan, kalangan pemuda sebenarnya tidak tinggal diam. Saat reses anggota DPRD Kota Banjar, masalah tersebut beberapa kali sudah disampaikan, namun hingga kini hasilnya tetap nihil.

Dia berharap Pemerintah Kota Banjar segera merespon keinginan warga. Lantaran, bukan hanya aspek keselamatan dan polusi saja, tapi dari segi estetika kota juga sangat tidak sesuai. Dimana terlihat bangunan kumuh berada di pinggir jalan, berdekatan dengan tugu perbatasan Jawa Barat-Jawa. (Adi)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply