Bidang Fisik Prioritas Usulan Sinartanjung & Rejasari

14/02/2013 0 Comments

Pataruman, (harapanrakyat.com),- Dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa tahun 2013, Desa Sinar Tanjung, Kecamatan Pataruman, dan Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, lebih memprioritaskan usulan untuk bidang fisik.

Pasalnya, masih banyak infrastruktur di wilayah kedua desa tersebut yang belum terealisasikan di tahun sebelumnya, terutama infrastruktur jalan dan saluran tersier untuk pertanian.

Kepala Desa Sinartanjung, Suwarman, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Selasa, pekan lalu, mengatakan, usulan tersebut merupakan pengajuan dari masyarakat yang tidak terakomodasi, sehingga diajukan kembali dalam Musrenbang tahun ini.

“Salah satunya pembangunan balai dusun Pananjung Barat dan Pananjung Timur. Namun ada pula usulan untuk sektor ekonominya, misalkan dari kelompok usaha masyarakat, baik peternakan maupun pengrajin bata merah,” ujarnya.

Suwarman juga mengatakan, pada tahun ini ada beberapa usulan tambahan dari masyarakat, yakni pembuatan kantung lumpur. Fungsinya untuk menampung lumpur saat musim hujan agar tidak terjadi banjir cileuncang yang menghancurkan bata siap bakar milik pengrajin.

Banjir lumpur datang dari perbukitan di wilayah Pananjung Barat, yaitu di tempat pemilik lahan. Bila musim hujan lumpur kerap membuat saluran air menjadi dangkal.

Jika dibuatkan kantung lumpur, maka endapan tanahnya bisa dimanfaatkan para pengrajin sebagai bahan baku bata merah. Sehingga mereka tidak perlu lagi membeli bahan baku ke daerah lain.

“Tapi, usulan itu nantinya bisa saja dilakukan secara swadaya pelaksanaannya, sebab lokasinya berada di lahan pemilik tanah perbukitan. Jadi pengerjaannya bisa dilakukan dengan cara kerja bakti,” kata Suwarman.

Di lain tempat, Kepala Desa Rejasari, Nanang Sunarya, Senin (11/2), mengatakan, usulan dari bidang fisik mencapai 70 persen, sedangkan untuk bidang ekonomi hanya 30 persen, diantaranya meliputi untuk pengembangan KUBe dan UKM.

Menurut dia, masih banyaknya infrastruktur jalan yang rusak di wilayahnya, membuat masyarakat lebih terfokus pada pembangunan jalan. Tujuannya supaya roda perekonomian maupun pendidikan masyarakat dapat berjalan lancar.

“Usulan yang dulu, sekarang diajukan lagi. Seperti jalan Cadas Gantung tembusnya dari SDN Sindanggalih, dan itu merupakan akses guna mengangkut hasil panen warga. Jalan ini sama sekali masih nol, artinya belum ada pengerasan, panjangnya sekitar 600 meter. Kalau mengandalkan dari anggaran desa tentu tidak memungkinkan,” katanya.

Kemudian, untuk peningkatan jalan yakni jalan alternative penghubung antara Bantardawa-Sindanggalih-Langensari. Masyarakat berharap akses tersebut ditingkatkan menjadi di-hotmik, karena lebar jalan sudah sesuai ketentuan, yaitu 3 meter.

Selain infrastruktur jalan, masyarakat petani di wilayah Sindanggalih, Rancabulus dan Sampih, mengharapkan dibangunnya saluran tersier untuk mengairi lahan pertanian mereka.

Nanang berharap, dua infrastruktur tersebut bisa lolos terealisasi di Musrenbang tingkat selanjutnya. Sebab, kedua fasilitas itu dipandang sangat dibutuhkan guna peningkatan perekonomian warganya. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!