BKP : Ketergantungan Konsumsi Beras Menurun

28/02/2013 0 Comments

Itu jadi tanda Program Disversifikasi Pangan di Ciamis Berhasil?

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kab. Ciamis menyatakan tingkat ketergantungan masyarakat Ciamis terhadap beras menurun. Hal itu ditandai oleh kebutuhan konsumsi beras tahun 2012, menurun menjadi 104 kilogram pertahun, dari rata-rata kebutuhan beras 135 kilogram per tahun.

Penurunan tingkat ketergantungan masyarakat Ciamis terhadap konsumsi beras itu, menandakan keberhasilan BKP Kab. Ciamis dalam menjalankan agenda program Diversifikasi Pangan.

“Ya, ada penurunan angka ketergantungan. Masyarakatat sekarang tidak terlalu kekejoeun. Artinya, konsumsi pangan tidak hanya mengandalkan beras, akan tetapi sudah ada yang beralih ke pangan lain, seperti ubi kayu atau singkong,” ungkap Kepala BKP Kab. Ciamis, Ir. Adi Nugraha, beberapa waktu lalu kepada HR.

Adi menuturkan, keberhasilan program diversifikasi pangan diperoleh berkat sosialisasi yang gencar dilakukan BKP dan Pemkab Ciamis. Materi sosialisasi bagi masyarakat itu soal kesadaran konsumsi bahan pangan karbohidrat.

“Masyarakat mulai menyadari bahwa sumber karbohidrat bukan hanya beras. Akan tetapi bisa dari Ubi maupun singkong serta ganyong. Meski kita tahu, Kab. Ciamis sebagai Lumbung padi yang sukses memproduksi beras 100 ton pertahunnya,” paparnya.

Menurut Adi, kegiatan sosialisasi tentang Diversifikasi Pangan dilakukan melalui Kelompok Wanita Tani ( KWT), yang tersebar di setiap Desa di Kabupaten Ciamis. “Malah tahun ini, melalui Tugas Pembantuan dari Pusat, sebanyak 47 KWT sedang diverifikasi untuk bisa mengakses program BKP,” tuturnya.

Adi menambahkan, strategi keberhasilan program BKP lainnya adalah pengolahan bahan pangan berkarbohidrat, menjadi aneka makanan yang menarik. “Para anggota KWT dimotivasi untuk menghasilkan makanan olahan berbasis karbohidrat, seperti getuk, klepon, bolu dan berbagai jenis kue basah lainnya, sehingga dengan menanam singkong, Ubi bahkan ganyong, bisa meningkatkan nilai konsumsi dan nilai jual,” pungkasnya. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply