Jurusan Furnitur SMK TB Diapresiasi Kadishutbun

07/02/2013 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sektor pengolahan kayu rakyat di Kab. Ciamis perlu kembangkan dengan baik. Hal itu mengingat nilai keunggulan dan daya jual jenis kayu hutan rakyat asal Ciamis ini, sangat diakui di tingkatan Propinsi dan Nasional.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kab. Ciamis, Drs. H. Dadang Hidayat, BSc.F, mengaku sangat menyambut positif gagasan dibukanya jurusan Furnitur di SMK Taruna Bangsa pada tahun 2013 ini.

Gagasan itu menurut Dadang, bisa membawa dampak bagi perbaikan ekonomi masyarakat dari sektor pengolahan kayu hutan rakyat. Selain itu, juga ada ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih dalam mengolah hasil hutan.

“Memang, banyak pembeli menginginkan kayu log. Akan tetapi, kalau pengolahan pasca panen dikembangkan, apalagi SDM-nya terlatih, tentu berdampak terhadap nilai jual kayu olahan dari Ciamis. Kuncinya dengan menciptakan barang mentah, menjadi barang jadi. Nilai jualnya secara ekonomis akan meningkat, karena kebutuhan mebel atau design interior dari kayu, saat ini sedang trend,” ungkapnya.

Lebih jauh Dadang bermimpi, bukan tidak mungkin sektor pengolahan kayu dari Kab. Ciamis bisa berkembang seperti halnya pengolahan kayu yang ada di wilayah Kab. Jepara, Jawa Tengah (Jateng).

“Syukur kalau ada gagasan seperti yang dilakukan SMK Taruna Bangsa. Artinya, sektor pengolahan kayu di Kab. Ciamis, bisa berkembang. Apalagi Ciamis mempunyai pasokan raw material (bahan baku) yang melimpah,” paparnya.

Dadang menegaskan, perusahaan kayu seperti PT Alba, bisa menjadi contoh kegiatan industrialisasi sektor hutan rakyat. Dengan begitu, petani hutan rakyat, sekolah, industry pengolahan dan perusahaan mebeler, bisa menjalin kerjasama yang sinergi.

“Kami pun siap memfasilitasinya,” tegasnya.

Tidak hanya itu, tambah Dadang, pengolahan hasil hutan rakyat juga bisa disinergikan dengan program gerakan penanaman satu milyar pohon. Selain secara ekologis, penanaman pohon juga bisa mendatangkan manfaat secara ekonomis.

“Antara budidadaya dan pasca panen menjadi dua hal yang harus diperhatikan. Untuk menjaga lingkungan, makanya setiap penebangan pohon di hutan rakyat, harus segera dilakukan rehabilitasi, berupa penanaman,” imbuhnya. (Diki)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply