(Kasus Penipuan CPNS) Yuyun Berharap Difasilitasi Pertemuan Dengan Calo CPNS

(Kasus Penipuan CPNS) Yuyun Berharap Difasilitasi Pertemuan Dengan Calo CPNS

Disdik tak Terlibat Masalah Percaloan CPNS

Parigi, (harapanrakyat.com),- Terkait persoalan percaloan CPNS yang terjadi sekitar tahun 2008-2010 di wilayah Kec. Parigi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Ciamis, Drs. H. Tatang S.Ag, Jum’at (18/2), mengatakan, pihaknya telah memanggil beberapa pihak yang diduga terlibat dalam percaloan tersebut.

Sebelumnya, Tatang mengaku sudah menginstruksikan kepada Kasubag Umum Kepegawaian Disdik, U. Sukiman, untuk melakukan klarifikasi kepada pihak UPTD Pendidikan Kec. Parigi.

“Beberapa nama yang diduga terlibat sudah dipanggil dan dimintai keterangan,” ungkap Tatang, ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Kasubag Umum Kepegawaian, U. Sukiman, mengatakan, pihaknya sudah mengklarifikasi dan menindaklanjuti pemberitaan di media tentang dugaan adanya percaloan dalam rekrutmen CPNS dan surat yang dilayangkan Yuyun Supriatna.

“Adapun hasil dari klarifikasi yang telah kami lakukan, secara institusi kedinasan, Disdik tidak terkait dengan persoalan itu,” katanya.

 Meski begitu, kata Sukiman, pihaknya menghimbau kepada para PNS dan CPNS untuk dapat memfilter informasi yang belum tentu benar. Minimal, kalau ada yang menyebutkan lolos dalam CPNS, bisa dicek terlebih dahulu ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Apalagi sampai harus mengeluarkan sejumlah uang untuk memperoleh status PNS. Akibatnya, seperti ini, terjadi permasalahan, dan semua kena getahnya,” ujarnya.

Ketika ditanya soal sangsi bagi PNS yang diduga terlibat dalam permasalahan itu, seperti DH, mantan Kepala UPTD Pendidikan Kec. Parigi, US, staf UPTD, dan Is, kepala sekolah, Sukiman belum bisa memastikannya, karena belum menjadi fakta temuan otentik.

 â€œSaya belum bisa memastikan mana yang benar dan yang salah. Karena, belum ada temuan fakta yang otentik. Adapun terkait sangsi yang akan diberikan nanti, tergantung hasil dari klarifikasi,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Kepala UPTD Pendidikan Kec. Parigi, Hj. Kasmini, mengatakan, permasalahan yang terjadi antara Yuyun Supriatna dan Iis Isyati (Is), bukan permasalahan Kedinasan.

“Saya sudah memanggil US dan IS. Pengakuan IS permasalahannya dengan Yuyun Supriatna sudah selesai. Bahkan Is sudah memperlihatkan bukti kwitansinya, waktu saya panggil, beberapa hari lalu,” katanya.

Iis Klaim Masalah dengan Yuyun Sudah Kelar

Di tempat terpisah, Iis Isyati (is), Sabtu (16/2), mengatakan, dirinya tidak lagi memiliki masalah dengan Yuyun Supriatna. Menurutnya, uang milik Yuyun Supriatna sudah dikembalikan sejak dua tahun silam.

“Saya dulu pernah meminta uang kepada Yuyun, saat dia jadi guru di SDN Ciliang 2. Saat itu saya Kepala Sekolahnya. Dan uang Rp. 3 juta itu sudah saya kembalikan. Sisanya yang Rp 2 juta ada di Bapak Utang. Kemudian yang Rp. 45 juta, saya tidak tau. Karena di kwitansi itu, tidak ada nama saya,” kata Iis.

Dedi Heryadi (DH), mantan Kepala UPTD Pend. Kec. Parigi, yang disebut-sebt terlibat dalam maslah ini, ketika dihubungi HR, mengatakan, dia juga tidak mengetahui permasalahan yang terjadi pada Yuyun Supriatna. DH mengaku baru kenal Yuyun saat sedang mengantarkan anaknya mengurusi berkas persyaratan tes CPNS.

“Saya tidak tau menau tentang permasalahan ini. Apalagi terlibat menjadi penghubung antara Yuyun dengan Cucu Supriatna. Saya kenal Yuyun pas saya mengantar anak saya mau ikut tes CPNS saat itu,” kilahnya.

Ditemui terpisah, Yuyun Supriatna, mengaku kecewa dengan pernyataan yang keluar dari Iis Isyati (Is). Dia membantah Is tidak terlibat dalam permasalahan rekrutmen CPNS dirinya tersebut.

“Bohong, kalau Iis bilang tidak tau menau permasalahan ini. Sore itu, Iis datang ke rumah, minta uang ke ibu saya. Kemudian, sekitar pukul 6 sore, saya diajak pergi oleh Iis ke rumah Indik di Nusawiru. Disana saya dipertemukan dengan Aji (Panjalu), Cucu Supriatna (Pangandaran) dan Hilman (Jakarta),” ungkapnya.

Di rumah Indik, lanjut Yuyun, uang tersebut dia serahkan kepada Iis, dan membuat bukti berupa kuitansi. Saat itu di dalamnya tertulis nama Iis dan Yuyun. Namun, beberapa hari kemudian, Aji meminta kuitansi dan merubah nama Iis dengan namanya. Alasanya, Karena Iis adalah seorang PNS, dikhawatirkan bisa menghambat karirnya.

“Jadi jangan mentang-mentang kuitansinya sudah diganti, Iis Isyati mengaku tidak tau menau permasalahan ini,” kesal Yuyun.

Yuyun mengaku sangat berharap, Disdik dan pihak berwenang lainnya untuk membantu memfasilitasi dan mempertemukan sejumlah nama yang terlibat dalam permasalahan ini. Dengan harapan, tidak terjadi pembelaan secara sepihak, yang justru tidak sesuai dengan fakta.

“Saya hanya orang kecil yang ingin menuntut keadilan. Kasihan orang tua saya sakit gara-gara masalah yang sudah lama tidak selesai ini,” pungkasnya. (syam)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles