(Satu Dasa Warsa Kota Banjar) Masyarakat Berharap, Pelayanan Publik Lebih Ditingkatkan

28/02/2013 0 Comments

Banjar, (harapanrakyat.com).-  Tanggal 21 Februari 2013 lalu, Kota Banjar genap berusia 10 tahun. Selama itu, banyak perubahan yang telah dirasakan oleh masyarakat, baik perubahan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan maupun segi perekonomian.

Berbagai tanggapan dan harapan mengenai Kota Banjar ke-10 tahun muncul dari sejumlah kalangan masyarakat, khususnya mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Seperti diungkapkan Ending (57), penarik becak warga Sumanding yang biasa mangkal di depan pintu barat Pasar Banjar.

Dia mengungkapkan, dengan bertambahnya usia Kota Banjar maka dapat membawa keberkahan bagi semua masyarakatnya. Pemerintah semakin memperhatikan masyarakat miskin, baik segi kesehatan, pendidikan maupun permodalan untuk usaha.

“Saya pribadi bangga menjadi warga Banjar. Bekerja sebagai penarik becak sudah dijalani sejak tahun 1979. Dulu, ketika masih bergabung dengan Ciamis kondisi jalan banyak yang rusak, dan itu membuat saya kesulitan saat bekerja. Tapi sekarang, semua jalan di wilayah perkotaan sudah lalucir, sehingga kerja saya pun menjadi terbantu, teu ripuh teuing di jalan,” tuturnya, kepada HR, Kamis (21/2).

Ending berharap, di usia Kota Banjar ke-10 tahun ini semua pelayanan public yang diberikan pemerintah kepada masyarakat harus lebih dimudahkan, dan ditingkatkan lagi. Contohnya pada pelayanan kesehatan, dimana ada jaminan kesehatan bagi warga miskin, namun dalam pelaksanaannya pelayanan tersebut masih terkesan dipersulit oleh petugas terkait.

Hal senada diungkapkan Wahyo (48), warga Mekarsari, dan Eman (49), warga Pintusinga, Kecamatan Banjar. Menurut mereka, seiring HUT Kota Banjar, sekaligus menjelang pergantian Walikota Banjar yang akan segera berlangsung, maka pemimpin Banjar kedepan harus bisa meneruskan program yang telah berjalan.

“Kami akui, kepemimpinan dr. Herman Sutrisno selama 10 tahun sebagai Walikota Banjar dirasakan sangat bagus. Terbukti kemajuan Banjar di segala bidang sangat cepat, sehingga wajar bila Kota Banjar banyak meraih penghargaan. Untuk itu, walikota mendatang harus mampu meningkatkan program yang sudah ada agar lebih baik lagi,” tutur Wahyo.

Sementara itu, Magdalena, salah seorang mahasiswi Ikopin Bandung yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Pemerintahan Kota Banjar, mengaku senang berada di kota paling ujung Provinsi Jawa Barat.

Keramahan masyarakatnya, serta keramaian kotanya membuat dia dan teman-teman lainnya merasa betah. Hal itu diungkapkan Magdalena kepada HR, usai mengikuti upacara peringatan HUT Kota Banjar ke-10 tahun, di Alun-alun Banjar, Rabu pecan lalu (20/2).

“Tentu kami senang berada di kota ini, apalagi pas sekali waktunya, yakni berbarengan dengan perayaan ulang tahun Kota Banjar, jadi kami bisa melihat semua kegiatan yang akan digelar. Mengenai keramaian Kota Banjar yang saya lihat tidak jauh beda dengan di daerah saya, yaitu Papua. Hanya saja di sini jalannya sudah bagus-bagus sampai ke pelosok desa. Dan yang jelas saya pribadi sangat senang berada di Banjar,” tutur Magdalena. (HND/Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply