(Sopir Truk Pasir Besi) Tambah Beban Buat Hindari Pengeluaran Pungli

19/02/2013 0 Comments

Parigi, (harapanrakyat.com),- Hampir kebanyakan sopir truk pasir besi yang melintasi wilayah Ciamis selatan, terpaksa menyiasati muatan, dengan menambah beban, untuk menghindari pengeluaran uang akibat adanya pungutan liar (Pungli) sejumlah preman di sepanjang jalur Tasikmalaya-Cilacap Jawa Tengah.

“Setiap melintas, semua truk pasir besi harus bayar kepada para preman, mulai dari Kelapa Genap Tasikmalaya sampai ke Cilacap. Uang yang kami keluarkan setiap kali melintas mencapai Rp.120 ribu. Jika tidak bayar, biasanya mereka merusak dan memecahkan kaca depan truk,” keluh Kasno Sudrajat (60), Sopir truk pasir besi asal Cimahi Bandung, Senin (18/2).

Kasno menuturkan, sesuai dengan prosedurnya, satu truk biasanya paling banyak memuat 8 ton pasir besi. Tapi, karena ada pengeluaran tambahan, mayoritas sopir truk menyiasatinya dengan memuat antara 10 sampai 15 ton pasir besi.

“Jika tidak disiasati seperti ini, darimana para sopir truk pasir besi bisa mendapat uang lebih untuk dibawa pulang ke rumah,” ungkapnya.

Disinggung soal penyebab rusaknya jalan di wilayah Ciamis selatan, Kasno berkilah, kerusakan itu tidak hanya disebabkan oleh truk pengangkut pasir besi. Dia menuding, angkutan besar lain, yang bermuatan hingga 20 ton, juga bisa jadi penyebabnya.

“Masyarakat jika mendemo kami, itu salah sekali. Kalau mau minta perbaikan jalan, masyarakat demonya ke DPRD, Bupati dan Dinas Binamarga. Karena yang berwenang memperbaiki jalan itu adalah mereka (pemerintah),” ujarnya.

Udin, warga Parigi, mengatakan, jalur utama di wilayah Ciamis selatan, kondisinya masih belum baik. Ditambah lagi, kendaraan angkutan dengan muatan melebihi kapasitas, seringkali melintasinya.

“Memang kondisi jalur Pangandaran-Cijulang sudah rusak parah. Apalagi, dengan status jalan ini, yang seharusnya belum memadai untuk dilewati kendaraan bermuatan berat,” pungkasnya. (ntang)

Editor : Deni Supendi

 

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!