Syuriah PB NU KH Adib Rofiuddin: Aher-Deddy Pasangan yang Pas

07/02/2013 Headline
Syuriah PB NU KH Adib Rofiuddin: Aher-Deddy Pasangan yang Pas
pasangan Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar mendapatkan nomor urut 4. Arti 4 bagi mereka yaitu sama dengan ikon kancing beureum yang mereka usung, memiliki empat lubang. Angka 4 juga bisa sebagai simbol pilar kebangsaan. Foto : aherdeddymizwar

pasangan Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar mendapatkan nomor urut 4. Arti 4 bagi mereka yaitu sama dengan ikon kancing beureum yang mereka usung, memiliki empat lubang. Angka 4 juga bisa sebagai simbol pilar kebangsaan. Foto : aherdeddymizwar

Syuriah Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU) KH. Adib Rofiuddin menilai H. Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar merupakan pasangan yang pas sebagai pemimpin Jawa Barat. “Kang Aher dan Kang Deddy itu pasangan pemimpin yang pas,” ujarnya.

Hal itu diungkapkan KH Adib Rofiuddin, yang juga pemimpin Pondok Pesantren Al Inaroh, Buntet, Cirebon, Jawa Barat, di kediamannya, saat menerima kunjungan Calon Wakil Gubernur Jabar H. Ahmad Deddy Mizwar atau Aher—Deddy, Ahad malam (3/2).

Menurut KH Adib, yang juga Ketua Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Buntet, Cirebon Jawa Barat, pasangan Aher-Deddy memiliki kelebihan masing-masing yang saling melengkapi. “Kang Aher (Ahmad Heryawan) ahli dalam bidang agama, sedang Kang Deddy seorang budayawan,” ujarnya.

“Kang Deddy ini melengkapi Kang Aher,” ujar KH Adib. Membangun masyarakat, membutuhkan keduanya, agama dan budaya. Karena, tidak semua budaya masyarakat bertentangan dengan Islam. Sebaliknya, banyak yang bernilai positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Selain saling melengkapi, menurut Kiyai Adib, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat itu memiliki kesamaan yaitu sama-sama memiliki semangat untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Mengajak masyarakat berbuat baik atau berdakwah, tidak hanya monopoli ahli agama, kiyai atau ustad. Yang melakukan dakwah melalui ceramah atau pendidikan formal. Melainkan bisa dilakukan oleh siapa pun dengan menggunakan keahlian masing-masing. “Melalui film, seperti yang dilakukan Kang Deddy Mizwar, juga berdakwah,” ujarnya.

Sementara itu, Deddy Mizwar mengatakan, produk film yang dibuat selama ini merupakan protet atau realitas yang terjadi di masyarakat. Pesan-pesan positif yang ada di dalam film diharapkan bisa menginspirasi masyarakat untuk berbuat lebih baik.

Sedang jika nanti dipercaya masyarakat menjadi pejabat publik sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengaku akan tetap melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. “Di film atau pejabat publik, bagi saya sama saja. Hanya pindah lahan ibadah,” ujarnya

Pada bagian lain, KH. Adib Rofiuddin berpesan kepada Deddy Mizwar untuk berpegang kepada tiga hal agar apa yang dilakukan memiliki nilai ibadah. Yaitu, niat yang baik; lakukan dengan cara yang baik; dan untuk meraih tujuan yang baik.

“Melakukan kebaikan dengan menggunakan uang korupsi, misalnya, jelas bukan ibadah. Karena cara yang digunakan tidak baik,” ujarnya.

Demiz Ingin Bangun Industri Film di Jabar

Sementara itu, Budayawan dan bintang film senior H. Deddy Mizwar mengatakan ingin membangun industri film di Jawa Barat. Karena potensi Jawa Barat itu sangat besar dan kaya budaya.

Hal itu diungkapkan Deddy Mizwar, yang juga calon Wakil Gubernur Jawa Barat, dalam acara Ngobrol Bareng Deddy Mizwar, Menggali Potensi Seni Budaya Film Daerah, di Gedung KNPI Kuningan, Jawa Barat, Senin (4/2).

Menurut Deddy Mizwar, film merupakan media paling ampuh untuk berkomunikasi dengan masyarakat. “Banyak orang yang tiba-tiba menangis atau tertawa karena menonton sebuah film,” ujarnya pada acara yang digelar Sanggar Kreatifitas Barudak Kuningan (SKBK) itu.

Apalagi, kata dia, kini tak ada lagi yang bisa membendung film, termasuk negara melarang rakyatnya menonton film, misalnya. “Film bisa dengan mudah masuk ke kamar tidur kita melalui televisi,” ujarnya. Ditambah dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, membuat masyarakat kian dimanja untuk menyaksikan film di mana pun.

Di sisi lain, Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang mencapai 46 juta, menurut Deddy Mizwar, merupakan potensi besar untuk industri film. Orang Jawa Barat juga kreatif-kreatif. Alamnya begitu indah. Apa saja ada di Jawa Barat. “Mungkin Tuhan menciptakan Jawa Barat dengan tersenyum,” katanya.

Karena itu, seniman senior itu menambahkan, terasa aneh jika suatu daerah tingkat kabupaten atau kota, tidak ada gedung film. Padahal, film merupakan bagian dari informasi yang menjadi hak rakyat yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

“Menurut saya, daerah seperti Kabupaten Kuningan ini, termasuk daerah yang tertinggal dalam hal informasi karena tidak memiliki gedung film,” kata Deddy Mizwar. Ketika dia bertanya, “Apakah sudah menonton film Ainun Habibie?”, mayoritas audien menjawab: Belum. “Menyedihkan sekali,” katanya.

Karena itu, Deddy Mizwar yang menjadi pendamping Calon Gubernur pertahana H. Ahmad Heryawan, menyatakan akan bekerjasama dengan seniman, budayawan, segenap lapisan masyarakat, dan pemerintah daerah untuk mendorong tumbuhnya industri film.

Dalam acara yang dihadiri ratusan audien itu, Deddy Mizwar berpesan kepada para seniman untuk tidak meminta bantuan dalam bentuk uang. Tetapi, seharusnya pemerintah menyediakan ruang yang cukup untuk para seniman dan budayawan berkreasi.

Sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengatakan, jika masyarakat mempercayainya, ia akan mengembangkan pusat kebudayaan dan kesenian di setiap kabupaten / kota di Jawa Barat. “Setiap kabupaten kota harus memiliki Pusat Kebudayaan dan Kesenian,” ujarnya.

Dengan demikian, ia menambahkan, para pelaku seni memiliki tempat untuk menampilkan karyanya. Di sisi lain, masyarakat luas termasuk wisatawan asing, bisa dengan mudah jika ingin menyaksikan kekayaan budaya setempat.

Adanya pusat kebudayaan yang berkembang dengan baik akan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di masyarakat. Namun, menurut Deddy Mizwar, yang lebih penting ialah pembentukan karakter masyarakat melalui kekayaan budaya sendiri. (Adv)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles