(Walikota Banjar Terima Penghargaan Tokoh Tempo 2012) “Bukan Bupati/Walikota Biasa”

14/02/2013 0 Comments
Walikota Banjar, DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., tengah menerima penghargaan Tokoh Tempo 2012 Bukan Bupati/Walikota Biasa, dari Wapres Budiono, di Jakarta. Poto diambil Selasa (12/2). Foto : Dok Humas Banjar

Walikota Banjar, DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., tengah menerima penghargaan Tokoh Tempo 2012 Bukan Bupati/Walikota Biasa, dari Wapres Budiono, di Jakarta. Poto diambil Selasa (12/2). Foto : Dok Humas Banjar

News, (harapanrakyat.com),- Berdirinya Kota Banjar sebagai daerah otonom ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 27 tahun 2002 tentang Pembentukan Kota Banjar, dan diresmikan tanggal 21 Februari 2003. Pada Februari 2013 ini, Kota Banjar genap memasuki usia 10 tahun.

Sejak disyahkannya Banjar sebagai daerah otonom, mempunyai beberapa program inovasi, diantaranya bidang pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan. Di bidang pendidikan, Kota Banjar sudah mengembangkan program “Angka Prediksi Drop Out” pada tahun 2004, sebelum pemerintah pusat merencanakan program bantuan operasional sekolah.

Kepala Bagian Humas Setda Kota Banjar, H. Agus Nugraha, S.Sos, M.Si., mengatakan, pada program Angka Prediksi Drop Out itu, setiap anak yang dinilai tidak dapat bersekolah karena kekurangan biaya mendapat bantuan Rp.250.000 persiswa untuk SMP, dan Rp.500.000 untuk siswa SMA/SMK. Hingga tahun ini sekitar 800 yang siswa sudah menikmatinya.

Kemudian, dalam bidang kesehatan yakni pembebasan biaya berobat ke Puskesmas dengan membawa kartu tanda penduduk. Hal yang sama juga berlaku jika berobat ke rumah sakit. Namun, perbedaannya jika berobat di rumah sakit diberlakukan khusus untuk masyarakat miskin.

Untuk mendekatkan tempat layanan kesehatan masyarakat, Pemkot Banjar membangun 42 Puskesdes di 25 desa/kelurahan, berikut disediakan pula tenaga medis dan perawat di setiap Puskesdes. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan kesehatan terus meningkat, rata-rata diatas 70% setiap tahunnya.

Program inovasi lainnya adalah KB berbasis kampung, atau lebih dikenal dengan Kampung KB. Ciri khas Kampung KB adanya Saung Sawala, fungsinya selain tempat penyuluhan KB, juga digunakan sebagai tempat kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), yaitu pemeriksaan kesehatan anak dan pendidikan anak usia dini yang rutin diselenggrakan tiga kali sepekan. Saung Sawala juga digunakan untuk penyuluhan penyalahgunaan  narkoba bagi remaja.

Kampung KB bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan mendirikan unit usaha peningkatan pendapatan keluarga di setiap kampung. Adapun bantuan yang diberikan berupa permodalan dan pemasaran, sehingga para istri mempunyai pendapatan tambahan.

Di seluruh kota, peserta Kampung KB mencapai 26 ribu keluarga dari sekitar 32 ribu pasangan usia subur. Sebagian besar merupakan keluarga miskin. Dengan program inovasi ini, usaha Pemkot Banjar tidak sia-sia, karena di tahun 2011 berhasil mendapatkan penghargaan Innovative Government Award dari Kementrian Dalam Negeri.

“Semua usaha dan prestasi yang diraih Kota Banjar mendapat apresiasi yang positif dari Majalah Nasional Tempo. Setelah terpilih menjadi salah satu dari tujuh Bupati/Walikota pilihan majalah tersebut, pada hari ini (Selasa, 12/2-Red), Walikota Banjar mendapat penghargaan Tokoh Tempo 2012 Bukan Bupati/Walikota Biasa. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Wakil Presiden Budiono, di Jakarta,” kata Agus.

Wapres Budiono memberikan ucapan selamat. Acara tersebut juga dihadiri Direktur Utama PT. Tempo Inti Media, Bambang Harimurti.

Dalam sambutannya Wapres menyatakan bahwa acara ini sangat bagus dilaksanakan, dan mempunyai nilai tersendiri. Karena, yang memberi penghargaan mempunyai obyektifitas Top Investigatif Jurnalism.

“Sangat penting kita memberikan apresiasi kepala daerah untuk memberikan inspirasi kepada kepala daerah lainnya,” kata Budiono. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply